Yi yang saat melahirkan Huikang masih berusia 23 tahun itu merasa hancur tidak hanya karena kondisi anaknya saja, tapi juga bingung mengapa semuanya bisa terjadi menimpa Huikang dan dirinya. Padahal, menurut penuturan Yi, dia sudah menjalani pemeriksaan scan ultrasound dan satu scan ultrasound Doppler selama masa kehamilannya, tapi tidak ada deformasi yang terdeteksi.
Ujian yang cukup berat pun satu persatu datang setelah Yi dan bayinya diperbolehkan pulang. Nenek Huikang hingga banyak kerabat keluarga menyarankan agar Yi membuang Huikang. Namun, Yi tidak sampai hati dan tega membuang anaknya sendiri.
Akan tetapi, nasib buruk tidak selamanya menimpa Huikang dan Yi. Pasalnya, kisah Huikang yang banyak diangkat oleh media pun, akhirnya menyita simpati masyarakat. Huikang pun bisa dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, dan operasi untuk memperbaiki kondisi wajahnya.
Dalam tujuh tahun terakhir, kisah dan foto Hukang telah tersebar luas oleh media. Sebagian besar orang yang mengetahuinya terkejut dan mencari cara untuk membantu anak laki-laki istimewa tersebut.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.