Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ciuman Bisa Tertular HIV, Benarkah?

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Senin, 09 April 2018 |08:47 WIB
 Ciuman Bisa Tertular HIV, Benarkah?
Ilustrasi (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Cara penularan HIV masih sering dikaitkan dengan seks bebas, penggunaan obat-obatan terlarang, serta hubungan seksual sesama jenis. Padahal, HIV sebenarnya bisa menular pada siapa saja meski mereka belum pernah berhubungan seks sekalipun dan tidak pernah memakai narkoba. Penularan HIV pada orang-orang tak terduga ini sedikit banyak dipengaruhi oleh beberapa aktivitas yang sebenarnya dapat menularkan HIV, tapi tak pernah terpikirkan sebelumnya. Salah satunya adalah lewat berciuman. Lho, kok bisa?

Cara penularan HIV lewat ciuman ada banyak syaratnya

HIV menular dari satu orang ke orang lainnya lewat pertukaran cairan tubuh, seperti cairan vagina, air mani, dan/atau darah. Bagaimana dengan air liur, yang notabene juga termasuk cairan tubuh?

Virus HIV dapat terdeteksi melalui air liur, tapi menurut CDC, badan pengendalian dan pencegahan penyakit di Amerika Serikat, virus HIV tidak dapat menyebar lewat liur. Maka bisa disimpulkan berciuman mulut tidak dapat menularkan HIV — bahkan jika Anda dan pasangan yang terdiagnosis positif HIV terlibat dalam french kiss yang melibatkan silat lidah dan pertukaran banyak air liur. Pasalnya, liur mengandung kombinasi dari antibodi dan enzim alami yang bisa mencegah HIV menginfeksi sel-sel sehat.

Akan tetapi, risiko Anda tertular HIV dari pasangan bisa meningkat apabila Anda sedang memiliki sariawan atau luka terbuka di mulut, bibir, gusi, atau lidah. Luka ini dapat menjadi gerbang masuk bagi virus HIV yang ada di liur pasangan untuk masuk ke dalam tubuh Anda. Penularan HIV juga bisa terjadi apabila bibir atau lidah Anda tak sengaja tergigit oleh pasangan selama berciuman. Selama tidak ada kontak darah, dan hanya liur saja, virus HIV tidak akan menyebar.

Namun demikian, cara penularan HIV lewat ciuman pun sebenarnya tidak semudah itu. Hal lain yang juga perlu lebih diperhatikan adalah fakta bahwa air liur tidak mengandung jumlah virus aktif (viral load) yang cukup banyak untuk bisa menularkan infeksi ke orang lain.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement