Sejumlah umat biasanya berdoa di tempat-tempat perhentian dari rangkaian jalan salib. Ada pula Goa Maria di bagian bawah. Pada saat itu, biasanya jalan-jalan di sekitar desa akan sangat sepi dari kendaraan karena umat fokus berdoa sementara umat Muslim menjaga rangkaian prosesi.
(Baca Juga: Gunung Everest Jadi Rangkaian Terakhir 2 Wanita Indonesia Gapai Seven Summits Dunia)
Satu hal menarik yaitu di bagian puncak bukit berdiri sebuah menara yang di atasnya terdapat Patung Yesus Memberkati setinggi tiga meter. Patung menghadap ke arah timur dan bisa berputar mengikuti arah angin. Patung langsung diberikan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 2000 sebagai hadiah dan lambang perdamaian.
Sebagaimana diketahui pada masa itu (1998-2000) daerah Maluku terjadi konflik sosial termasuk dalam hal agama. Akan tetapi di Pulau Kei kondisi itu tidak terjadi. Masyarakat bebas beraktivitas tanpa takut diserang oleh mereka yang berbeda agama.
(Baca Juga: Serunya Jelajah Wisata Budaya ke Istana Maimun Sumatera Utara)
Konon, patung yang dikirim langsung dari Roma itu berasal dari salah satu ruangan di Basilika St. Petrus. Ruangan itu sebelumnya tidak pernah dibuka dan ketika Paus Yohanes Paulus II menemukan patung tersebut langsung dikirim ke Pulau Kei. Setibanya di Pulau Kei, patung langsung diarak ke seluruh bagian pulau bahkan hingga ke Pulau Aru.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.