Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mata Tuna hingga Hiu Fermentasi, Ini 5 Makanan Teraneh di Dunia

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Kamis, 29 Maret 2018 |02:16 WIB
Mata Tuna hingga Hiu Fermentasi, Ini 5 Makanan Teraneh di Dunia
Mata tuna makanan esktrem (Foto:Yorkfeed)
A
A
A

Rocky Mountain Oysters, Amerika Serikat dan Kanada

Rocky Mountain Oysters merupakan jenis makanan yang hanya dapat dijumpai di Amerika Serikat dan Kanada. Jangan terkecoh dengan namanya. Meski terselip kata oysters (kerang), makanan ini sebetulnya terbuat dari bagian testis sapi, babi, atau kambing muda yang telah dikuliti, lalu dicampurkan dengan tepung, lada, dan garam. Adonan tersebut kemudian digoreng dalam minyak banyak yang panas hingga tekstur dan warnanya berubah kecokelatan. Bagaimana, tertarik mencobanya?

 

Mopane, Afrika

Mopane adalah camilan atau makanan ringan asal Afrika yang terbuat dari ulat. Nama makanan ini terinspirasi dari nama sebuah pohon di mana ditemukannya bahan dasar ulat tersebut. Teknik pengolahannya pun terbilang unik. Setelah ditangkap, ulat kemudian akan dikeringkan selama beberapa waktu. Tidak ada bumbu atau bahan makanan pelengkap, karena ulat akan dimakan secara langsung.

 

Mata tuna, Jepang

Selain sushi, Jepang juga punya kuliner unik dan terbilang aneh yakni, tuna eyeball (mata tuna). Ya, sesuai dengan namanya, bukan bagian daging yang akan dikonsumsi oleh para pengujung atau penduduk lokal, melainkan bola mata tuna yang masih mentah. Namun kini, sebagian besar restoran di Jepang mulai menawarkan olahan mata tuna rebus. Harganya memang cenderung terjangkau yakni, Rp13 ribu per butir. Dari segi rasa, banyak yang mengklaim bahwa makanan ini mirip dengan cumi-cumi.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement