Pada tahun 2017, Raja Salman juga menerima Nobel dalam kategori yg sama dengan yang diterima oleh alumni IPB Bogor ini. Dubes Maftuh menjelaskan bahwa selain Raja Salman dan Prof Irwandi, Nobel ini pernah dianugerahkan kepada 46 tokoh dan institusi di antaranya adalah Abul Hasan an-Nadwi (India), Recep Tayib Erdogan, Syeikh Hasanain Makhlouf, Syeikh Gad al-Haq Ali Gad al-Haq, M. Natsir (Indonesia), Roger Garaudy, Universitas al-Azhar, Mahatir Muhammad dan semua Raja Saudi pasca Raja Faisal.
(Baca Juga: Dulu Tampil Terbuka, Sekarang 5 Artis Ini Mantap Bercadar)
“Profesor Halal” di Aula KBRI Riyadh juga bersedia sharing pengalamannya sejak dari IPB sampai IIUM Malaysia terkait dengan konsistensinya untuk melakukan peneletian industri Halal dan juga pengalamannya dalam berinteraksi dengan negara-negara yang fokus terhadap produk halal seperti Korea, Jepang, Selandia Baru, Australia dan juga Brazil. Dia juga berharap Indonesia akan mendapatkan manfaat besar peluang market ini sebagai produsen industri halal. Ia juga menceritakan keharuannya ketika diputuskan oleh Dewan Penyeleksi sebagai penerima nobel ini.
Perlu diketahui, penghargaan King Faisal Prize diberikan dalam 5 kategori yaitu, Pelayanan Kepada Islam (Service to Islam) untuk Indonesia, Studi Islam (Islamic Studies) untuk Jordania, Bahasa Arab dan Literature (Arabic Language and Literature) untuk Tunisia , Obat (Medicine) untuk Amerika, dan Sains (Science) untuk Inggris.
(Profesor Irwandi bersama Dubes RI di Arab Saudi, Agus Maftuh)
(Baca Juga: Reaksi Tentara Amerika saat Mencicipi Makanan ala TNI Bikin Netizen Gagal Fokus)
Penghargaan dalam kategori Pelayanan Kepada Islam (Service to Islam), sebagaimana yang diberikan Prof. Irwandi Jaswir dan Dr. Mohammad Natsir, juga diberikan kepada tokoh-tokoh dunia yang dianggap telah melakukan upaya-upaya luar biasa dalam mempromosikan Islam sebagai agama yang toleran atau memiliki karya-karya yang didedikasikan untuk kemajuan dan kesejahteraan umat Islam.
Profesor Irwandi sendiri menyelesaikan S1-nya di Institut Pertanian Bogor dan melanjutkan S-2 serta S-3 di International Islamic University Malaysia (IIUM). Publikasi internasional Profesor Irwandi Jaswir terdiri dari 75 tulisan ilmiah, 30 buku dan 150 karya ilmiah selain 60 jenis penghargaan nasional dan internasional yang telah dikantonginya.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.