BACA JUGA:
Tak cuma logo, penggunaan nama Starbucks pun ada asal-usulnya. Pada saat itu, Mt Rainier dan Cascades mengeluarkan peta saat keliling dunia.
Tepat di tahun 1800-an, mereka menemukan salah satu kota pertambangan, Starbos namanya, yang selalu diingat oleh co-founder perusahaan, Gordon Bowker. Lalu, dia memadukan lambang Pequod dan membuka gerai untuk pertama kalinya, dengan nama Starbucks.
Setelah mulai berjualan, banyak orang menyebut Starbucks atau tambahan huruf S di belakangnya. Kemudian, mindset orang saat ingin pergi ke gerai kopi, datanglah ke sana. Rupanya, budaya itu ada hingga sekarang, yang disukai oleh orang-orang di berbagai belahan dunia.
Karena dirasa kurang menarik, logonya diganti dengan ikon Putri Duyung. Warnanya juga diganti menjadi hijau tua. Penggantian logo tersebut dirancang agar lebih mudah diingat, serta hasil jualannya menguntungkan.