Operasi pun dilakukan. Namun, alih-alih sehat yang diterima, Ward malah mendapat masalah baru. Dia tidak bisa buang air kecil. "Saya sangat membutuhkannya. Aku sangat kacau," ungkap Ward mengetahui kondisinya.
Terkait dengan aktivitas sehari-harinya, Ward kini menggunakan kateter untuk bisa pipis. Pihak rumah sakit pun mengajari dia cara menggunakan alat ini sampai sekarang Ward bisa memasukkannya sendiri di rumah. Ward menambahkan, melakukan ini sangat menyakitkan. "Aku sangat ketakutan. Sangat menyakitkan karena memasukkannya ke dalam tubuh," keluh Ward.
Dia didiagnosis menderita sindrom Fowler pada bulan November 2015. Hal ini disebabkan otot sfingter kandung kemih yang tidak dapat rileks. Menurut para ahli di University of Central London hal itu bisa terjadi sebagai hasil operasi atau bahkan secara spontan.
BACA JUGA:
Nah, bicara mengenai penanganan masalah, ternyata Ward melakukan treatment suntik botok di bagian kantung kemihnya. Treatment ini dianggapnya berhasil karena secara perlahan dirinya bisa pipis lagi. Penyuntikan botoks ini ternyata bermaksud untuk merangsang sfinger uretra yang mengendalikan keluarnya urine.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.