STEPHEN Hawking terdeteksi Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) sebelum tutup usia. Penyakit ini menyerang sel saraf yang menyebabkan kecacatan. Lalu, seperti apa gejalanya?
ALS adalah penyakit sistem saraf progresif (neurologis) yang menghancurkan sel-sel saraf, yang menyebabkan kecacatan. Perlahan-lahan saraf di tubuh mengalami kerusakan yang berangsur-angsur rusak dan mati.
Pasien ALS pada awalnya sering mengalami otot berkedut dan lemas. Kemudian bicaranya tidak jelas, hampir serupa seperti pasien stroke. Penyakit ini memengaruhi kontrol otot yang dibutuhkan untuk bergerak, berbicara, makan dan bernafas. Tidak ada obat untuk ALS, sehingga penyakit ini berakibat fatal.
Gejalanya pasien akan sulit berjalan, sulit mencengkeran, pergelangan kaki dan tangan lemah, serta otot selalu berkedut. Pasien akan mengalami kram dalam waktu sering. Gejala itu pun dialami Hawking semasa hidupnya.
Hebatnya, meski menderita penyakit itu sejak usia 21 tahun, Fisikawan itu tetap melakukan banyak studi. Penelitiannya cukup unik dan membuat takjub banyak orang. Pernah juga dia mengikuti kompetisi Ice Bucket Challenge di tahun 2014. Dia beraktivitas kemana saja menggunakan kursi roda yang membantunya.
Penyakit ALS sering mula-mula melemahkan otot kaki, tangan, serta menyebar ke anggota tubuh lainnya. Lama-lama, penyakit ini menyerang sel saraf yang hancur, otot Anda semakin melemah.
Tapi penyakit ALS biasanya tidak mempengaruhi kontrol usus atau kandung kemih, indera atau kemampuan berpikir. Jadi, pasien bisa tetap terlibat aktif dengan keluarga dan teman dekatnya.