Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Awas! Konsumsi Obat Antinyeri hingga Antibiotik Bisa Picu Penyakit Ginjal Akut

Agregasi Solopos , Jurnalis-Selasa, 13 Maret 2018 |11:09 WIB
 Awas! Konsumsi Obat Antinyeri hingga Antibiotik Bisa Picu Penyakit Ginjal Akut
Ilustrasi (shutterstock)
A
A
A

SOLO - Penyakit ginjal kronis ditandai gangguan pada fungsi ginjal berlangsung dalam waktu lama. Puncak dari penyakit itu adalah gagal ginjal atau ginjal tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

Beragam faktor dapat memicu penyakit ginjal akut di antaranya sering mengonsumsi obat-obatan yang bersifat nefrotoksika atau obat yang bersifat meracuni serta mengganggu fungsi ginjal.

Demikian diungkapkan Kepala Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Bambang Purwanto dalam seminar nasional dan workshop dengan tema Pharmaceutical Care and Healthy Lifestyle for Kidney Disease di Laweyan.

Penyelenggara acara ini adalah Program Studi Farmasi Diploma (D3) STIKES Nasional Surakarta. Tiga pembicara lain dalam seminar ini yakni dokter dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Ika Puspita Sari; Project Leader Medical Nutrience Kalbe, Maria Novena Mulyadi; dan Ketua Peneliti Compact Project, Budi Raharjo.

“Obat yang bersifat nefrotoksik antara lain obat-obatan antinyeri, antirematik, dan antibiotik. Obat ini punya pengaruh luar biasa saat dikonsumsi tubuh. Efeknya jangka panjang bisa memicu penyakit ginjal akut. Kami mengimbau kepada pasien untuk lebih cermat dalam menggunakan obat nefrotoksik,” ujar Bambang kepada Solopos.com.

Faktor lain penyebab penyakit ginjal akut yakni dehidrasi, pendarahan, dan sumbatan akibat batu ginjal dan kanker. Penyakit ginjal akut kalau selama tiga bulan belum sembuh akan meningkat menjadi penyakit ginjal kronis (PGK).

“Gejala PGK ini adalah mual, muntah, anemis, nyeri otot, sigultus atau cegukan, sesak napas, dan batuk produktif. Kami menyarankan pasien mengalami gejala tersebut segera periksa ke dokter sebelum terjadi sesuatu,” kata dia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement