Saat wanita mengalami endometriosis, kondisi jaringan endometrium yang letaknya tidak beraturan. Misalnya, di ovarium, dinding luar rahim, vagina, usus dan kandung kemih. Pada akhirnya, pasien mengalami suatu kondisi seperti peradangan yang rasanya begitu menyakitkan.
Kondisi seperti itu dampaknya tidak hanya sebentar. Bila telah menikah, dampaknya bisa memicu ketidaksuburan yang tak diinginkan.
Karena setiap pasangan suami istri pasti ingin punya momongan untuk meneruskan keluarganya. Kalau ada masalah di rahimnya, bisa mengecewakan.
Tapi, menurut dr Ferdhy, mitosnya endometrosis dianggap kalau sudah menikah akan hilang gejalanya. Padahal tidak, karena endometriosis semakin lama dibiarkan, bisa bikin terlambat terdeteksi.
"Endometriosis juga bisa menutupi rahim dan bikin susah hamil. Kalau dibilang kalau menikah endometriosis itu hilang, salah karena justru terlambat terdeteksi," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.