Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Vaksinasi Penyakit Radang Otak Jepang Digelar Massal di Bali?

Mengapa Vaksinasi Penyakit Radang Otak Jepang Digelar Massal di Bali?
Ilustrasi
A
A
A

DENPASAR - Vaksinasi penyakit Japanese Encephalitis (JE) alias radang otak Jepang digelar secara massal di Bali mulai hari ini hingga dua bulan mendatang dengan menyasar anak berusia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun.

Japanese Encephalitis merupakan penyakit zoonosa yang dapat menyebabkan terjadinya radang otak pada hewan dan manusia. Penyakit ini bersifat arbovirus karena ditularkan oleh nyamuk, babi dan burung rawa. Manusia sendiri bisa tertular virus JE bila tergigit oleh nyamuk "Culex Tritaeniorhynchus" yang terinfeksi virus tersebut.

"Karena konsumsi babi di Bali sangat tinggi sehingga kami pilih Bali sebagai lokasi pencanangan imunisasi JE untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut," ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihartono saat mendampingi menteri kesehatan meresmikan pencanangan kampanye Imunisasi Japanese Enchepalitis (JE) di SMP Negeri 1 Tabanan, Bali, Kamis (1/3/2018).

Perjalanan penyakit JE dibedakan menjadi tiga stadium. Pertama, stadium prodromal yang berlangsung selama dua hingga empat hari. Ditandai dengan panas yang mendadak, sakit kepala berat yang terkadang disertai keluhan mual dan muntah.

Selanjutnya stadium akut selama empat hingga tujuh hari. Pada stadium ini panas tetap tinggi dan tidak mudah diturunkan dengan obat penurun panas. Tapi terjadi kekakuan otot terutama pada otot leher.

Pada kasus yang lebih kronis kemungkinan dapat terjadi gangguan keseimbangan, kejang-kejang serta penurunan kesadaran mulai dari gelisah-mengantuk sampai koma (tidak sadar). Ketiga, stadium konvalesen atau tahap akhir. Stadium ini dimulai pada saat suhu tubuh kembali normal. Tanda-tanda neurologis bisa menetap atau cenderung membaik.

Berdasarkan data pengamatan selama tiga tahun, kata Anung, terakhir ditemukan 45 kasus radang otak. Jika dibanding dengan data nasional jumlah ini memang sangat rendah. “Tapi mobilisasi perpindahan penduduk di Bali terus meningkat sehingga berpotensi terserang virus JE," ujarnya.

Dalam kesempatan ini Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek, menegaskan imunisasi bertujuan untuk mencegah penyakit radang otak itu dengan meningkatkan kekebalan spesifik individu terhadap virus JE.

(Baca Juga: 7 Vaksin Wajib yang Diberikan pada Bayi Usia 0-9 Bulan)

Kegiatan introduksi ditandai dengan kampanye Imunisasi JE yakni upaya pemberian imunisasi JE secara massal pada Maret hingga April 2018 dan "sweeping" untuk menjangkau sasaran yang belum diberikan imunisasi.

Pelayanan imunisasi juga dilakukan di pos pelayanan yang telah ditentukan seperti pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanan-kanak, SD/MI/sederajat, SDLB, dan SMP/MTs/sederajat. Sementara vaksin yang digunakan sudah mendapat rekomendasi dari Pre Qulified (PQ) dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan sertifikat pelulusan best/lot (batch/lot release certificate) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

(Baca Juga: Melihat Jejak Telapak Kaki Pertama Nabi Adam di Srilanka)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement