Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lestarikan Tukik untuk Anak Cucu, Komunitas Earth Hour Lepas 125 Tukik di Aceh

Khalis Surry , Jurnalis-Minggu, 25 Februari 2018 |16:38 WIB
Lestarikan Tukik untuk Anak Cucu, Komunitas Earth Hour Lepas 125 Tukik di Aceh
Pelepasan tukik di Pantai Lhoknga (Foto: Khalis Surry)
A
A
A

KOMUNITAS Earth Hour Perwakilan Aceh melakukan pelepas anak penyu atau tukik di kawasan Pantai Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu 24 Februari 2018 sore. Pelepasan pertama yang dilakukan Earth Hour dalam tahun ini sebanyak 125 ekor anak tukik, yang diambil dari sebuah tempat penangkaran di kawasan pantai itu.

Pengamatan Okezone, pelepasan tukik bukan hanya diikuti para anggota komunitas Earth Hour saja, tetapi mereka juga menggandeng sebanyak 60 pelajar dari SMA Laboratorium Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Sebelum melepas tukik, Earth Hour juga berbagi pemahaman dengan siswa tentang pentingnya dalam melestarikan tukik.

''Penyu atau tukik ini jangan sampai nasibnya sama kayak dinosaurus. Kita semua tahu kan, kalau dinasourus itu ada, tapi kita tidak pernah melihatnya. Begitu juga dengan tukik ini nanti, kalau kita tidak jaga kelestariannya maka anak cucu kita tidak akan tahu tukik ini,'' kata Koordinator Kota Earth Hour Aceh Siti Zuhra saat berbagai pemahaman dengan siswa.

Selain itu, Siti mengatakan, bahwa kegiatan yang dilakukan kali ini merupakan rangkaian dari aksi switch off atau mematikan listrik selama satu jam, yang dilakukan Earth Hour pada 24 Maret mendatang. Sebelumnya, mereka juga telah menanam sebanyak 110 bibit mangrove, dan kini melepas anak tukik.

''Kemarin kita sudah tanam 110 mangrove, dan hari ini kita melepaskan 125 tukik, dan selanjtunya kita akan masuk ke persiapan malam puncak switch off Earth Hour 2018,'' ujarnya.

 (Baca Juga: Tips Ambil dan Edit Foto Traveling Jadi Keren ala Alexander Thian "aMrazing")

Para siswa dan siswi itu terlihat sangat antusias ketika melakukan pelepasan tukik. Mereka memegang masing-masing satu tukik dan kemudian melepasnya di bibir pantai. Tukik langsung berjalan pelan menuju laut lepas. Tak menunggu lama, para siswa langsung mengabadikan tukik ketika berjalan dengan telepon pintar mereka, dan bahkan berswafoto.

Seorang siswa, Shofia Assyifa mengatakan, bahwa dirinya selama ini tidak tahu sama sekali tentang tukik tersebut. Dirinya mengaku sangat minim pengetahuan tentang melestarikan satwa yang dilindungi. Gadis yang baru duduk di bangku kelas dua SMA itu baru mengetahui tentang tukik, dan statusnya salah satu satwa yang dilindungi ketika mendapat pemahaman dari Earth Hour.

 

''Setelah ikut hari ini saya jadi sadar kalau tukik itu harus dijaga. Saya yakin remaja zaman sekarang ini masih banyak di luar sana yang belum tahu bahwa tukik ini harus dijaga, dilestarikan,'' kata Shofia, usai pelepasan.

Menurut pemahaman Shofia, dari seribu tukik yang dilepaskan hanya satu yang mungkin akan bertahan hidup. Tentu sebab itu, dirinya mengajak semua masyarakat terutama remaja seumurannya untuk terus menjaga dan melestarikan tukik.

''Anak muda enggak boleh enggak melestarikan lingkungan. Kita masyarakat Aceh dekat dengan tempat tukik ini, kalau bukan kita yang melestarkan siapa lagi,'' tegasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement