BUAT Anda yang bosan dengan hiruk pikuk udara perkotaan barang kali tempat ini bisa menjadi alternatif untuk mengisi akhir pekan maupun liburan anda.
Letaknya yang berada di kaki Gunung Arjuna, Kota Batu, membuat tempat ini berhawa sejuk dan asri bebas dari polusi layaknya di perkotaan. Ya, Coban Talun menjadi satu dari berbagai wisata yang ditawarkan dari kota yang dijuluki Belanda, Swiss Van Java ini.
Berjarak sekitar 17 km ke arah utara dari pusat Kota Batu, membuat wisata air terjun ini menjadi salah satu alternatif tujuan berlibur bersama orang - orang terdekat. Meski wisata utamanya air terjun, jangan salah anda dapat menikmati beragam wahana yang siap memanjakan mata dan menambah koleksi foto yang kece.
"Ada 7 spot wahana foto selain air terjun Coban Talun - nya yang letaknya masih satu kawasan," ujar Samsul Huda, Kordinator Kawasan Coban Talun, Kota Batu.
BACA JUGA:
Masih baru memang, namun dijamin 7 wahana yang ada di kawasan Coban Talun akan membuat anda tertarik mengunjunginya. 7 wahana ini yakni rumah pagupon, apache camp, taman bunga, alas pinus, taman ayunan, gua jepang, oyot, dan rumah terbalik.
Namun meski masih baru setiap harinya, kawasan Coban Talun ini dikunjungi sekitar 100 orang pada hari biasa, 400 orang pada akhir pekan. Jumlah itu akan membengkak bila memasuki liburan panjang. "Kalau liburan panjang pernah tembus 1.000 pengunjung," jelas Kordinator Kawasan Coban Talun, Samsul Huda.
Sensasi Spot Foto Rumah Pagupon
Di rumah pagupon misalnya, anda dapat menjumpai beberapa rumah yang didesain sedemikian rupa layaknya rumah burung dara yang disebut pagupon. Bukan hanya rumah saja, tapi penataan taman dengan beragam bunga aneka warna dan ornamen - ornamen unik lainnya menambah hasil foto anda semakin kece tentunya.
Tak ketinggalan ada spot foto bunga yang berlatarbelakang bukit dan hijaunya hutan menjadi salah satu daya tarik pengunjung.
Terpenting anda tak perlu merogoh kocek terlalu dalam, cukup dengan Rp 10 ribu pengunjung bisa berfoto sepuasnya di rumah pagupon.
Ingin merasakan menginap di rumah pagupon? Anda cukup merogoh kocek Rp 250 ribu untuk weekday dan Rp 300 ribu untuk weekend dan hari libur. Sudah dapat fasilitas kasur yang bisa ditempati untuk 6 - 8 orang dan dilengkapi dengan toilet dan air hangat
Di spot yang sama, juga terdapat rumah segitiga beratap warna putih yang juga dapat ditempati. "Kalau rumah segitiga tarifnya untuk weekend Rp 400 ribu dan untuk weekday Rp 350 ribu," ujar pria yang akrab disapa Samsul ini.
Berpose Ala Indian di Apache Camp
Bosan di rumah pagupon, kita dapat bergeser sedikit ke apache camp yang letaknya bersebelahan dengan rumah pagupon. Di apache ini anda dapat merasakan sensasi layaknya hidup di kawasan amerika latin yang kental akan ciri khas indiannya.
Terdapat sekitar 20 apache camp yang dapat digunakan pengunjung dengan luas masing - masing 4 x 4 meter persegi. Anda juga dapat menginap di dalam apache Camp tersebut dengan tarif Rp 500 ribu per hari.
"Pengunjung dapat fasilitas kasur yang bisa dipakai 4 orang, tv, air panas, dan kamar mandi dalam," tambah Samsul.
Pengunjung juga dapat berpose dengan menyewa pakaian dan accesories ala suku indian. Ingin berfoto kece, pengelola juga sudah menyiapkan photo booth berlatarbekakang indian juga.