Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menyusuri Sungai Kapuas, Menggali Lebih Dalam Sejarah Kota Pontianak

Dina Prihatini , Jurnalis-Minggu, 11 Februari 2018 |12:33 WIB
Menyusuri Sungai Kapuas, Menggali Lebih Dalam Sejarah Kota Pontianak
Menyusuri sungai Kapuas (Foto:Okezone)
A
A
A

MENGGUNAKAN kapal bermuatan 30 hingga 50 orang, Okezone berbaur dengan rombongan pelajar SMA Muhammadiyah I Pontianak. Dimulai dari Taman Alun-Alun Kapuas, perjalanan yang dinamai Trip Sungai  ini akan menyusuri Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia untuk menggali lebih dalam sejarah Kota Pontianak.

Adalah Komunitas Wisata Sejarah (Kuwas), komunitas anak muda perkumpulan pecinta sejarah yang ada di Kota Pontianak berniat memperkenalkan sejarah Kota Pontianak. Komunitas sejarah pertama di Kalbar ini juga memiliki tujuan menggiatkan kembali wisata sejarah yang penuh akan historis yang tak pernah lekang oleh waktu.

Berawal dari diskusi mahasiswa serta dosen IKIP PGRI dan Universitas Pontianak, Kuwas berhasil membawa ribuan pelajar menghabiskan waktu weekend dengan mempelajari sejarah Pontianak.

Trip sungai dimulai dengan mengunjungi makam Kesultanan di Batulayang yang merupakan makam sultan pertama Pontianak, Sultan Syahrir Abdurrahman Alqadrie yang merupakan pendiri Kota Pontianak.

BACA JUGA:

Serunya Mandi Lumpur pada Perayaan Karnaval di Paraty Brasil

Ratusan pelajar Muhammadiyah melihat begitu banyaknya masyarakat yang datang berziarah ke seluruh makam yang merupakan keturunan sultan Pontianak, hingga terakhir makam Sultan Hamid II yang merancang burung Garuda Pancasila dan merupakan anak sultan pertama pendiri Pontianak.

Sekretaris Kuwas, Ricky Astriadi menjelaskan diawal perjalanan, Kuwas membawa pelajar dan para turis mengenal berkembangnya perjalanan sejarah Pontianak sampai Kota Singkawang dan Kabupaten Mempawah.

"Sekarang ini kita melakukan trip pertama yang dimulai dari kawasan Korem yang dulunya dikenal dengan Kota Kolonial, Korem, Kantor Pos, Bank BI, Garda Pramuka sampai bangunan SD 14," ungkapnya kepada Okezone, Minggu, 9 Februari 2018.

Kawasan Korem yang saat ini disebut dengan taman alun Kapuas, dulunya dikenal dengan tanah seribu memiliki panjang 1000 meter dengan luasan hingga RS Antonius.

"Pada saat itu Belanda dengan Keraton melakukan perjanjian dan sering kerjasama. Awal muasal kenal dengan kanal, dipecah menjadi beberapa sungai termasuk sungai jawi," jelasnya.

Usai mengunjungi Makam Kesultanan rombongan menuju kawasan Tugu Khatulistiwa kemudian kapal menuju Masjid Jami' yang merupakan masjid tertua di Pontianak.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement