BANYAK hal yang bisa dipelajari tentang budaya kerja sebuah negara. Tapi bagaimana gambaran istirahat makan siang di seluruh dunia? Kami bertanya kepada orang-orang dari seluruh dunia bagaimana makan siang mereka.
Seperti dilansir dari BBC Indonesia, Senin (5/2/2018) berikut sejumlah pilihan para pekerja di seluruh dunia akan makan siang mereka.
BACA JUGA:
Mumbai, India
Akhir-akhir ini, makin sedikit waktu untuk makan siang di Mumbai, kata Mukul Paraekh, yang biasanya makan siang di meja kerjanya selama setengah jam di siang hari. Paraekh, seorang manajer kantor di sebuah kantor akuntan, menyalahkan kemacetan lalu lintas dan meningkatnya tekanan pada pekerja di kota lantaran semakin berkurangnya waktu mereka. Makan siang cepat saji adalah prioritas utama.
Meski biasanya membawa makan siang dari rumah, ada juga alternatif - dan solusi unik di Mumbai. Kotak makanan panas yang dikirim, yang disebut tiffins, dikirim ke kantor dari restoran atau rumah orang-orang yang dikenal dengan nama dabbawal.
Dabbawal menggunakan sistem kode unik untuk melacak ratusan ribu makanan yang mereka kirimkan, dan sejauh ini hanya terjadi 3,4 kesalahan per sejuta transaksi.
"Sistem pengkodean rahasia ini diteruskan ke ahli waris mereka dan bisnisnya keluarga ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun," kata Paraekh yang berusia 63 tahun.
Mbale, Uganda
Lalu bagaimana di Mbale, Uganda? Ini tempat Sarah Gimono bekerja sebagai manajer proyek untuk sebuah lembaga nirlaba. Dia mengatakan bahwa makan secepat mungkin memberi orang lebih banyak waktu untuk bekerja. Dan makan siang jarang sekali diluputkan.
"Makan malam kurang penting di Uganda dibanding makan siang, saat orang juga perlu istirahat kerja," kata pekerja berusia 27 tahun itu. Ia biasanya menggunakan waktu 30 menit untuk makan siang dan melakukannya di restoran terdekat.
"Budaya kerja di Uganda sangat bervariasi saat makan siang, beberapa orang makan di kantor dan yang lainnya pergi ke restoran terdekat dan menikmati makan siang dalam sebuah tim."
Beruntung bagi Gimono, yang sering melakukan penelitian lapangan di berbagai proyek di sekitar Uganda. Makanan jalanan yang cepat, murah dan lezat, seperti rolex (begitulah nama - chapatti gulung ini) dengan campuran telur, bawang goreng dan tomat - mudah didapat.