Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TERBUKTI! Menggenggam Tangan Istri Ringankan Rasa Sakit saat Melahirkan

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 23 Januari 2018 |14:50 WIB
TERBUKTI! Menggenggam Tangan Istri Ringankan Rasa Sakit saat Melahirkan
Ilustrasi (Foto: Dailymail)
A
A
A

PASANGAN Anda sedang menunggu waktunya melahirkan? Camkan ini, jangan pernah Anda hanya menunggunya di luar ruang operasi persalinan. Jika memungkinkan, ikutlah bersamanya ke dalam ruang persalinan dan duduklah di samping dia sambil memegang tangannya.

Hal yang terdengar gila. Tapi, sebagai seorang suami, keberadaan Anda di samping sang istri yang sedang melahirkan adalah momen yang tidak akan pernah terlupakan dan itu akan membuat sang istri lebih merasa tenang dan aman. Ya, hanya dengan adanya Anda di samping dia.

 BACA JUGA:

Pecak Bandeng hingga Sayur Lombok Ijo, Rekomendasi Makan Siang Menggugah Selera

Bahkan, belum lama ini studi di Colorado University, Boulder, menemukan fakta bahwa dengan memegang tangan istri yang sedang melahirkan, itu akan membuat dia merasa lebih tenang, rasa sakit yang dia rasakan berkurang, dan yang terpenting perasaan cinta di antara kalian lebih kuat lagi.

Studi tersebut lebih jelasnya menjelaskan bahwa sentuhan pasangan bisa mengkomunikasikan empati dan itu bisa mengurangi sensasi sakit yang sedang dirasakan istri Anda. Studi ini salah satunya berdasar dari laporan seorang perempuan yang melaporkan bahwa dirinya merasa tidak terlalu sakit saat melahirkan anak pertamanya, karena sang suami berada di sampingnya dan memegang tangannya erat-erat saat jabang bayi itu berusaha dikeluarkan ke dunia.

Perlu Anda perhatikan, sentuhan cinta bisa menjadi obat terbaik yang bisa diberikan ayah baru kepada pasangannya saat melahirkan. Setelah memegang tangan istrinya saat persalinan dan kelahiran anak perempuan mereka, Pavel Goldstein, seorang peneliti ilmu saraf di CU Boulder bertanya-tanya apakah pegangan tangan dapat mempengaruhi pengalaman fisik Anda pada rasa sakit karena melahirkan? tentang "Saya berada di ruang persalinan dan saya merasa tidak tahu bagaimana saya dapat membantu istri saya," kenang Goldstein. "Dia memintaku memegang tangannya, tidak terlalu banyak bicara, hanya untuk memegang tangannya, dan itu sangat membantu baginya," sambung Goldstein menciptakan skenario di laboratorium.

Dia dan timnya merekrut 23 pasangan berusia antara 23 dan 32 tahun. Mereka semua harus sehat, tanpa obat selain kontrol kelahiran, dan berada dalam hubungan romantis yang mana di sini maksudnya adalah pasangan yang melaporkan berada dalam hubungan serius, tinggal bersama setidaknya selama satu tahun, dan memiliki perasaan cinta yang signifikan satu sama lain.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement