Saat di lokasi, wisatawan langsung berdecak kagum atas ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Memanjakan pasang mata, wisatawan. Ditambah embun dari air terjun jatuh ke kolam menempel di kulit, adem.
Airnya dingin, menambah suasana menjadi sejuk. Rasanya beberapa menit menikmati suasana alam nan menakjubkan, belum cukup. Suasana asri, alami membuat setiap wisawatan betah berlama-lama di kawasan Air Terjun Tingkis Sakti.
Tidak itu saja. Momen mendokumentasikan air terjun, dengan mata kamera digital dan smartphone, tidak mau ketinggalan. Sebab, perjalanan seru menuju eksotisme wisata Tingkis Sakit terbalas dengan pemandangan nan indah dan cantik.
"Ayo! foto saya," ucap guide, Madsun, sembari berjalan ke batu besar di tengah kolam air terjun.
Destinasi wisata ini tidak hanya melalui hutan belantara dan semak belukat. Jalan alternatif lainnya dengan menyusuri aliran sungai sekalak. Sebelum tiba di aliran sungai. Wisatawan menyusuri sungai ujung rembun.
Di sepanjang jalan, terdapat pepohonan tinggi. Berbagai jenis tanaman hutan tumbuh subur. Jalan ditempuh dengan berjalan di atas bebatuan berlumut dan licin kondisinya. Akar pepohon sebagai alat penahan. Sesekali merangkak, lantaran panik tergelincir.
Sekira 100 meter dari lokasi air terjun. Wisatawan akan tiba di aliran Sungai Sekalak. Sungai lebar dan aliran airnya deras. Ditambah batu gunung berukuran kecil, sedang dan besar berserakan. Wisawatan musti masuk ke dalam air sungai guna menyeberangi sungai.
Hati-hati! Itu yang terucap ketika berjalan di aliran sungai. Aliran airnya deras. Sehingga saat menyeberang mesti berpegangan dengan batu gunung yang ada di sungai.
"Lewat sini saja. Airnya tidak terlalu dalam dan deras. Di sana airnya dalam dan deras," saran Madsun.
Kedalaman air sungai sekira satu meter, bahkan lebih. Celana dan baju basah. Di sepanjang aliran sungai ini tercecer sisa-sisa emas hitam dari salah satu perusahaan tambang. Ukurannya bervariasi, ada yang berbentuk kerikil, kecil, sedang hingga besar.
Cuaca berawan dengan terik matahari membuat celana basah, kering di tubuh. Sekira satu jam atau setara 500 meter mengarungi aliran sungai deras, wisatawan tiba di jalan desa. Jembatan gantung, tepatnya. Panjang jembatan sekira 75 meter dengan sekira tiga meter lebarnya.
Perjalanan tidak sampai di situ. Untuk tiba di pusat desa, mesti kembali berjalan sejauh sekira 900 meter atau setara 30 hingga 45 menit. Melintasi jalan desa. Kondisinya, tanah kuning bercampur bebatuan.
Tiga jam perjalanan ke objek wisata air terjun, pulang dan pergi merupakan petualangan seru dan mengesankan. Sulit dilupakan. Kemolekan, keindahan alam air terjun adalah balasan dari lelahnya perjalanan.
"Air terjun itu (Tingkis Sakti) belum banyak diketahui orang. Setahu saya ketinggiannya mencapai 99 meter. Sekdes (Bahrul) sempat mengukur ketinggian air terjun dengan tali. Konon, air terjun tertinggi di Bengkulu," kata Kades Sekalak, Sudarmono.