TRADISI sebuah keluarga dengan keluarga lainnya bisa saja berbeda. Tak jarang kebiasaan yang sering mereka lakukan tergolong unik. Sebut saja keluarga Kevin Fortey yang senang menanam sayuran berukuran besar bahkan tergolong raksasa. Kegiatan itu telah dilakukan selama tiga generasi dan seringkali memecahkan rekor.
Sejak berumur empat tahun Kevin telah merasakan pengalaman menanam labu dan kubis raksasa. Hal itu lantaran mendiang ayahnya, Mike, memulai gerakan sayuran raksasa di awal 1980-an. Saat sedang berada di dalam sebuah pub, ia ingin memiliki kompetisi labu raksasa. Gagasan itu kemudian direalisasikan dan membuat penduduk dari berbagai penjuru mengikuti ajang Kejuaraan Labu Nasional Inggris.
(Baca Juga: Mencicipi Durian Slumbung dan Semoyo, Buah Primadona Kediri)
Seiring berjalannya waktu, ukuran labu yang dilombakan semakin besar dan membuatnya tidak bisa masuk melalui pintu arena kompetisi. Dijelaskan oleh Kevin, pada awalnya berat labu hanya berkisar 45-90 kg. Namun kini beratnya bisa mencapai 114 stone atau sekira 725 kg. Demi melanjutkan kompetisi yang dibuatnya, mendiang Mike mengajari kedua anaknya yaitu Kevin dan Gareth mengenai pengetahuan hortikultura.
"Saya pikir hal itulah yang telah memicu keunggulan kompetitif kontes ini. Ayah mengajari kami dan menyampaikan semua pengetahuannya kepada kami, seperti cara menanam dan memelihara berbagai bunga dan sayuran. Kami senang membantunya,” tutur Kevin seperti yang dikutip dari Metro, Senin (22/1/2018). Meskipun ayahnya telah tiada, Kevin dan saudaranya terus menanam sayuran raksasa.
Sejumlah penghargaan pun pernah mereka dapatkan. Di 2016 lalu, keduanya memenangkan penghargaan lobak terpanjang di dunia yang berukuran lebih dari 223 cm. Ada pula penghargaan untuk ubi bit merah terluas dengan ukuran 66,5 cm.