Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kunjungi Desa Penglipuran, Traveler Bisa Rasakan Bali Lebih Istimewa

Annisa Aprilia , Jurnalis-Jum'at, 19 Januari 2018 |07:15 WIB
Kunjungi Desa Penglipuran, Traveler Bisa Rasakan Bali Lebih Istimewa
Desa Panglipuran (Foto:Baliislandsurf)
A
A
A

MENGUNJUNGI Bali belum lengkap jika belum menjejakan kaki ke desa adatnya. Bukan Ubud, tapi Desa Penglipuran. Jika Anda memilih Bali untuk berlibur, maka jangan lewatkan untuk berkunjung ke Desa Penglipuran, mengapa?

Desa Penglipuran merupakan salah satu desa adat yang ada di Pulau Dewata dan masih sangat kental hubungan kekeluargaan antar warganya. Kerukunan dan kebersamaan antar umat sedharma dan lintas agama sungguh terasa di desa ini.

Desa yang berada di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali tersebut bahkan pernah dianugerahi penghargaan kalpataru, sebuah penghargaan bagi kelompok atau perorangan atas jasa yang telah diabdikan dalam melestarikan lingkungan hidup. Selain predikat desa adat dan menyabet penghargaan kalpataru, Desa Penglipuran juga telah ditetapkan sebagai desa wisata pada 24 tahun lalu oleh pemerintah kabupaten.

BACA JUGA:

Mengerikan Kuda Diserang Singa & Harimau di Sirkus, Videonya Jadi Viral

Semula, Desa Penglipuran hanya ingin mempertahankan kebudayaan leluhur yang masih diwarisi oleh orangtua, tapi dengan hadirnya mahasiswa dari salah satu universitas di Bali yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN), taman-taman kecil yang ditata dengan indah membuat desa semakin indah. Barulah pada 1993 silam bupati mengeluarkan surat keputusan untuk menetapkan desa adat menjadi desa wisata.

Para traveler yang ingin merasakan kearifan lokal khas Bali dan hangatnya sambutan penduduk asli desa, maka mengunjungi Desa Penglipuran merupakan pilihan tepat. Kali pertama tiba di Desa Penglipuran, traveler akan disambut dengan tiga buah patung yang berada di sisi kanan-kiri dan tengah.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement