Advertisement
Advertisement

Marah Bisa Bikin Sakit Kepala Lho, Ini Sebab dan Cara Mengatasinya

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Kamis, 28 Desember 2017 |11:39 WIB
Marah Bisa Bikin Sakit Kepala <i>Lho</i>, Ini Sebab dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi
A
A
A

Migrain atau sakit kepala sebelah juga dapat menjadi efek samping yang dihasilkan ketika marah. Umumnya migrain lebih menyakitkan dibandingkan dengan sakit kepala karena adanya penegangan saraf dan otot leher. Selain sakit kepala yang dirasakan hanya sebelah, biasanya disertai pula dengan rasa berdenyut yang cukup parah.

Tidak seperti sakit kepala akibat tegang, migrain bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Gelaja lainnya yang mungkin dirasakan ialah mual, muntah, dan penglihatan yang kabur.

 

Mengapa marah bisa menyebabkan sakit kepala?

Sebenarnya, kemarahan bukanlah penyebab langsung dari sakit kepala itu sendiri, melainkan penyebab sekunder karena kondisi tubuh saat sedang marah. Sebagai contoh, orang yang mengepalkan tangannya dan merekatkan giginya cenderung mengalami sakit kepala. Tekanan pada otot-otot wajah bisa memicu mekanisme “fight or flight” yang menyebabkan adanya pelepasan hormon adrenalin dan kortisol.

Bagian otak yang merespons pertama saat kemarahan menyerang adalah amigdala yang ada dalam lobus temporal otak. Amigdala mengendalikan emosi dan respon alami terhadap ketakutan, ancaman, dan stres.

Efek domino dari kemarahan ini berlanjut pada kelenjar adrenal yang akan memroduksi homon adrenalin dan hormon stres, kortisol. Kondisi ini memberi Anda pasokan energi tambahan dan kekuatan. Akhirnya darah yang seharusnya mengalir ke perut dan usus akan mengubah haluannya ke arah otot sebagai tanda bahwa Anda siap untuk melakukan perlawanan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement