Advertisement
Advertisement

Marah Bisa Bikin Sakit Kepala Lho, Ini Sebab dan Cara Mengatasinya

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Kamis, 28 Desember 2017 |11:39 WIB
Marah Bisa Bikin Sakit Kepala <i>Lho</i>, Ini Sebab dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi
A
A
A

2. Lakukan aktivitas fisik

Aktivitas fisik dapat membantu mengurangi tekanan yang disebabkan oleh kemarahan. Jika dalam satu waktu Anda merasa kemarahan Anda mulai memuncak, cobalah bangun dari tempat duduk dan berjalan-jalan sejenak. Anda juga bisa meluangkan waktu sejenak untuk melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan.

3. Gunakan kata “aku” dalam setiap pernyataan

Walaupun Anda sedang marah, tetapi usahakan untuk menghindari kritik atau menyalahkan seseorang. Hal ini hanya akan menambah ketegangan yang ada. Gunakan pernyataan “aku” untuk menjelaskan masalah. Misalnya kalimat “Aku kesal karena kamu mengulangi kesalahan yang sama berulang kali” jauh lebih halus dan bisa diterima jika dibandingkan dengan kalimat “Kamu selalu saja mengulangi kesalahan yang sama setiap hari.”

4. Jangan menyimpan dendam

Memaafkan adalah cara yang ampuh mengatasi kemarahan yang dapat berujung pada sakit kepala. Jika Anda membiarkan amarah dan perasaan negatif lainnya menguasai Anda, maka tubuh Anda akan mendapatkan efek buruk dari kemarahan tersebut. Tetapi, jika Anda bisa memaafkan seseorang yang membuat Anda marah, Anda berdua bisa belajar dari situasi dan memperkuat hubungan Anda. Hal yang paling penting ialah Anda akan terhindar dari siksaan sakit kepala yang mungkin menyerang.

Marah memang sulit sekali diprediksi. Ia datang begitu saja ketika ada hal yang tidak sesuai dengan diri. Anda hanya bisa mengontrolnya agar tidak menjadi-jadi dan terhindar dari sakit kepala akibat marah.

(Risna Nur Rahayu)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement