Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Derita Alzheimer, Wanita Ini Tak Kenali Anaknya di Hari Pernikahan (Part 2-Habis)

Tiara Putri , Jurnalis-Jum'at, 22 Desember 2017 |06:30 WIB
Derita Alzheimer, Wanita Ini Tak Kenali Anaknya di Hari Pernikahan (Part 2-Habis)
Siti Saidah menolak dipeluk putrinya (Foto: elyahasnida/Instagram)
A
A
A

Dalam wawancaranya dengan Okezone, Elya menuturkan bahwa ibunya menolak untuk diajak ke area akad nikah.

"Untuk turun harus dibujuk terlebih dahulu karena sebelumnya mama ada di dalam mobil. Saat aku sungkem pun, mama juga nolak karena nggak ngerti itu acara apa. Sedih iya. Tapi karena kondisinya seperti itu pas di pelaminan juga mama digantiin sama orang lain," papar Elya.

Unggahan Elya memancing reaksi dari para pengguna media Instagram. Tak sedikit orang yang memberi dukungan padanya. Tentu Anda bisa membayangkan bagaimana rasanya di saat ingin meminta restu orangtua untuk melanjutkan tahapan kehidupan, tapi orangtua terutama ibu yang melahirkan malah tidak mengenalinya.

Melihat hal itu, rasanya tak heran bila Elya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap penyakit Alzheimer. Ia menuturkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui Alzheimer. Pada Ibu Siti, Alzheimer muncul lebih cepat, yakni saat usianya 50 tahun. Sementara di beberapa kasus, Alzheimer muncul pada usia 70-an.

"Gaya hidup turut memengaruhi penyakit ini. Dari yang aku rangkum, hal yang paling signifikan terhadap mama adalah mungkin punya masa lalu yang tak terselesaikan. Mamaku orangnya pendiam, kalau ada masalah dipendam jadi pengelolaan stresnya kurang. Selain itu, mamaku tidak punya hobi sehingga tidak bisa menyalurkan stresnya. Aku sempat gali sih minatnya apa. Tapi mama nggak suka jahit, masak, atau berkebun. Tipenya kantoran banget," ujar Elya.

Dari kisah Elya dan ibunya, ada beberapa pelajaran yang bisa diambil. Pertama, bagi Anda yang masih memiliki orangtua di usia lanjut, cobalah untuk lebih perhatian lagi terhadap tingkah laku orangtua. Sebab, gejala Alzheimer bila dirunut sebenarnya bisa saja sudah terjadi tapi tidak disadari.

Jangan maklum dengan pikun, inilah yang harus diingat. Elya sendiri setelah menilik ke belakang, baru menyadari ibunya sudah sering lupa saat ia masih duduk di bangku SMA atau sekira 2005. Kedua, Anda harus bisa mengelola stres dengan baik. Salurkanlah rasa stres pada kegiatan yang Anda sukai atau pergi berlibur untuk sekadar melepas penat.

Baca artikel sebelumnya dengan judul "Terkena Alzheimer, Ibunda Perempuan Ini Tak Kenal Lagi Siapa Keluarganya (Part 1)".

(Utami Evi Riyani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement