Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Tari Katreji, Hasil Akulturasi Budaya Portugis di Tanah Maluku Utara

Utami Evi Riyani , Jurnalis-Minggu, 03 Desember 2017 |16:12 WIB
Mengenal Tari Katreji, Hasil Akulturasi Budaya Portugis di Tanah Maluku Utara
A
A
A

TANAH Maluku dan Portugis memiliki hubungan yang cukup dekat. Meski bangsa tersebut datang ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah ratusan tahun yang lalu.

Kedatangan bangsa Portugis ke Maluku tak hanya mengambil rempah-rempah. Tetapi mereka juga membawa budaya mereka ke tanah ini, sehingga terjadi akulturasi budaya yang tetap hidup sampai kini.

Adalah Tarian Katreji yang merupakan hasil akulturasi dari Portugis dan Maluku. Tari ini biasanya dibawakan secara berpasangan oleh para penari yang mengenakan pakaian tradisional. Tetapi tak hanya busana adat Maluku, biasanya para penari juga mengenakan headpiece berupa topi kecil yang merupakan pengaruh dari fesyen Eropa.

Sabtu malam, 2 Desember 2017, Tari Katreji dibawakan dengan begitu memukau di landmark Ternate, Kota Ternate dalam rangkaian kegiatan Festival Kora Kora 2017. Tari yang identik dengan musik menghentak ini memberikan warna tersendiri dalam Malam Seni dan Budaya.

Malam itu, Tari Katreji dibawakan oleh 4 pasang penari yang mewakili Halmahera Selatan. Dari awal, musik yang dimainkan cukup keras dan menghentak, membuat para penonton berlari mendekati tempat pertunjukan. Yang sudah di depan panggung semakin bersemangat, sementara penonton yang ada di pinggir jalanan berlarian menuju ke depan panggung.

BACA JUGA:

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement