"Saya merasa sakit setiap detiknya," ucap Madeux.
Sindrom Hunter cukup jarang terjadi. Pasien yang dilahirkan dengan sindrom Hunter tidak memiliki genetik ysng menginstruksikan suatu enzim untuk memecah molekul gula yang disebut mucopolysaccharides. Sebagai gantinya, mereka akan membangun di dalam tubuh dan merusak otak hingga organ lainnya.
"Saya benar-benar mengira saya tidak akan hidup sampai usia 20an," tambahnya.
Untuk kecacatan DNA ini, pasien memerlukan terapi penggantian enzim secara teratur untuk memecah mucopolysaccharides. Tapi, Madeux telah melakukan rekaysa genetika, sehingga ia bisa menyusun ulang DNA-nya dan memberi petunjuk pembuatan enzim.
BACA JUGA: