DALAM ajaran agama Islam, sudah menjadi kewajiban bagi semua laki-laki untuk melakukan proses sunat atau yang mempunyai nama ilmiah, sirkumsisi.
Di mana biasanya, proses sirkumsisi ini dilakukan ketika laki-laki masih menginjak usia dini, belasan tahun dengan batas kurang lebih di usia maksimal usia sekolah menengah pertama.
Namun tahukah Anda bahwa dalam prosesnya, sunat ini tidak bisa dilakukan dengan menggunakan metode atau teknik yang sama yang diberlakukan untuk semua anak. Sebab, untuk anak-anak berkebutuhan khusus, dalam melakukan sunat diketahui ada tekniknya tersendiri. Yakni teknik sedasi, lalu apakah yang dimaksud dengan teknik sedasi dalam proses sunat tersebut? Berikut penjelasan dari dr Mahdian Nur Nasution, SpBS selaku dokter ahli bedah syaraf.
"Metode yang digunakan untuk sunat anak-anak berkebutuhan khusus, yakni yang hyperactive ataupun autisme itu ada. Biasanya pakai teknik sedasi, yakni pemberian obat tidur pada pasien dengan tujuan agar pasien merasa mengantuk lalu tertidur. Diberi anastesi topikal, yang tujuannya agar sang anak bisa tenang," papar dr Mahdian saat ditemui di bilangan Kuningan, baru-baru ini.
Menggunakan teknik sedasi ini, menurut dr Mahdian dilakukan agar menghindari resiko terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan pada anak yang berkebutuhan tersebut saat sedang disunat.