Mengerikan, Bayi di Pemekasan Alami Penyakit Langka, Kulitnya Menghitam dan Melepuh
"Jadi dengan di sedasi, anak kan bisa tenang. Jadi tidak perlu dipegangi banyak orang, yang bisa sampai 5 hingga 6 orang. Situasi anak yang dipegang oleh banyak orang ini kan bisa memunculkan rasa trauma pada anak, nah dengan sedasi efek trauma yang menyakitkan bisa dikurangi. Juga tentunya mengurangi resiko anak itu bisa terluka dan berdarah, karena saat dilakukannya sunat sang anak memberontak tidak bisa diam," tambahnya.
Selain dengan digunakannya teknik sedasi, biasanya proses sunat pada anak-anak berkebutuhan khusus ini juga tidak menggunakan metode clamp yang biasanya dipakai oleh kebanyakan anak-anak pada umumnya.
"Anak autisme itu biasanya tidak bisa melihat ada sesuatu benda yang aneh atau janggal di tubuhnya, kalau pakai clamp dia akan merasa aneh, lalu ditarik, dicabut dan akhirnya bisa berdarah. Jadi untuk anak autis sih no clamp ya, karena yang digunakan itu metode dijahit yang lebih aman tidak bisa dicabut ditarik-tarik asal begitu saja," pungkasnya.
(Ade Indra Kusuma)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.