Reporter Rocketnews, PK Sanjun, menjajal sensasi menyantap sup kelelawar ini di salah satu restoran yang cukup ternama. Menu bat soup (with ginger) ini dibanderol dengan harga 30 USD atau sekira Rp400 ribu. PK membayangkan semangkuk sup ini berisi daging kelelawar yang sudah diolah menjadi bentuk cincangan ataupun dibuat olahan seperti bakso, ternyata tidak.
Semangkuk sup ini berisi daging kelelawar utuh yang tampaknya sengaja dibiarkan dengan bentuk aslinya. Kelelawar disajikann dengan kuah kaldu bening yang menggenangi si kelawar yang sudah tak bernyawa tersebut. Iyuuuh, bagi yang tidak memiliki nyali besar, dijamin sudah mual dan ogah masuk ke dalam restoran itu lagi.
Seorang pelayan restoran menyarankan untuk menghirup kuah kaldunya terlebih dulu, saran ini diikuti oleh PK yang langsung menyesap kuah kaldunya. Menurut PK, rasanya cukup gurih dan familiar namun aroma khas dari kelelawar ini terasa sangat asing baginya dan cenderung mengganggu.
Tak hanya sampai disitu, semangkuk sup belum juga habis, sudah muncul menu kedua. Kali ini adalah kelalawar yang disajikan di atas piring. Daging kelelawar tampak sudah bersih dari kulit dan bulu namun penampilannya jadi mengerikan karena penyajiannya disertai dengan bagian kepala dan sayap kelelawar yang dibiarkan utuh.