Lanjut ke pecahan nominal Rp10.000 yang dihiasi oleh pahlawan nasional Frans Kaisepo sebagai gambar utama bagian depannya.
Kemudian ada sosok pahlawan KH Idham Chalid untuk uang kertas nominal Rp5.000, Mohammad Hoesni Thamrin pada uang pecahan Rp2.000, serta hadirnya pahlawan nasional perempuan dari Aceh, Tjut Meutia pada yang kertas Rp1.000.
Sedangkan untuk uang logam, gambar pahlawan Mr I Gusti Ketut Pudja terpatri pada uang logam pecahan Rp1.000. Lalu untuk pecahan Rp500, ada pahlawan nasional Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang yang menemani, kemudian gambar Dr Tjiptomangunkusumo pada uang logam nominal Rp200 dan terakhir ada gambar sosok Prof Dr Ir Herman Johannes yang dipakai untuk uang logam pecahan Rp100.
Disebutkan lebih jelas, proses pemilihan gambar pahlawan untuk mata uang ini sendiri dilakukan dengan melalui proses focus group discussion (FGD) dengan sejarawan, akademisi, instansi tekait seperti Kemeneterian Keuangan dan Kementerian Sosial, serta pemerintah daerah. Pemilihan gambar pahlawan memperhatikan prioritas provinsi yang belum terakomodasi dalam uang rupiah, sosok para pahlawan yang berjuang dan punya dampak besar di lingkup nasional, dan nilai patriotism, serta mempunyai ketokohan seperti nama pahlawan yang sudah dipakai untuk nama-nama jalan atau fasilitas umum.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.