Menurut Nyoman, iring-iringan masyarakat pada saat hari raya Galungan (hari Kemenangan Kebenaran) dan Saraswati (Hari Pendidikan) yang datang setiap 210 hari juga dibolehkan melewati istana meski Presiden bermalam di sana.
"Larangan ke Tirta Empul sama sekali tidak ada, pasti ada izin asalkan dikoordinasikan dengan pimpinan kami," tambah Nyoman.
Bahkan dulu, para pegawai istana juga mandi di Tirta Empul karena PDAM baru masuk ke Istana Tampaksiring tahun 1970-an, pun para turis belum sebanyak dan sebersemangat saat ini untuk mengunjungi Tirta Empul. Dari pinggir wisma dengan mata telanjang penghuni istana dapat melihat warga yang beraktivitas di pemandian tersebut.
Menurut cerita, pernah pada suatu hari Presiden Sukarno turun ke Tirta Empul dan membagi-bagi sabun mandi kepada semua orang yang sedang mandi di sana. Ia juga sering duduk minum kopi sambil menikmati jajanan yang disuguhkan masyarakat setiap kali ia berkunjung ke rumah-rumah penduduk. Dalam kunjungan informal seperti itu Soekarno selalu membawa sesedikit mungkin pengawal.