Selanjutnya ada wisma Yudhistira yang terletak di tengah kompleks Istana Tampaksiring. Luasnya wisma ini mencapai 1.825 meter persegi yang difungsikan untuk menginap rombongan presiden atau rombongan tamu negara yang sedang berkunjung ke Istana Tampaksiring. Terdapat 16 kamar di dalam wisma.
Wisma Bima terletak di sebelah barat laut Wisma Merdeka, luasnya adalah 2.310 meter persegi yang berfungsi sebagai tempat beristirahat para pengawal serta petugas yang melayani presiden dan kelarga.
Bangunan lain yang penting di lingkungan Istana Tampaksiring adalah pendopo/balai Wantilan yang berarsitektur khas Bali untuk kegiatan kesenian.
Awalnya, balai Wantilan beratap ilalang dan tiang-tiangnya berupa batang pohon kelapa dengan ukiran khas Bali namun saat ini tiangnya sudah diganti dari beton yang dilapis dengan kayu. Di bagian depan terdapat panggung pertunjukkan kesenian yang berlatar belakang pintu gapura Candi Bentar.
Di kiri dan kanan depan panggung terdapat patung burung Garuda dan di bagian belakang ruangan berdiri patung kayu yang melukiskan raksasa Kumbakarna (adik Rahwana), raksasa yang sedang dikerubuti banyak kera, semuanya dipahat dari satu pokok kayu. Dinding belakang dihiasi relief yang merupakan cuplikan cerita Ramayana. Selain itu, di dekat panggung terdapat patung seorang penari Bali yang gaunnya terbuat dari uang kepeng.
Namun karena balai Wantilan itu dinilai terlalu kecil, maka dibangun "kakak kembar"-nya yaitu pendopo yang lebih besar, berlokasi tidak jauh dari Balai Wantilan. Namun pendopo ini tidak punya tiang-tiang di tengahnya. Pendopo baru itu juga digunakan untuk acara-acara kesenian, bahkan ada satu set paket barong Bali yang "diisi" kaki-kaki sehingga barong tampak hidup berada di panggung. Barong itu berasal dari Istana Jakarta yang merupakan koleksi Presiden Soeharto.
Di depan Balai Wantilan dibangun ruang konferensi bertepatan untuk kepentingan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN XIV, pada 7-8 Oktober 2003 di Bali. Gedung konferensi itu punya fasilitas lengkap untuk konferensi internasional ditambah seperangkat alat band untuk menyalurkan hobi bermain musik.
Masih ada juga museum yang terletak di barat Wisma Bima. Namun museum itu saat ini sedang direnovasi sehingga koleksi museum seperti lukisan para pelukis kenamaan seperti Le Mayeur, Rudolf Bonnet, Dullah, Sudarso, dan Agus Djaja untuk sementara disimpan di kantor kepala istana.
Di Istana Tampaksiring juga ditemui satu karya langka Rudolf Bonnet berupa lukisan pemandangan karena Bonnet biasanya melukis sosok manusia. Ada juga karya pematung Bali yang terkenal, Cokot.
Sudah beragam tamu negara tercatat menginap di Istana Tampaksiring seperti, Raja Thailand Bhumibol Adulyadey dan permaisurinya, Ratu Sirikit, Presiden Yugoslavia Josep Broz Tito, Presiden Vietnam Ho Chi Minh, Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri Uni Soviet Nikita Kruschev, Ratu Juliana dan Pangeran Bemhard dari Belanda, Putra Mahkota Akihito dan Putri Michiko dari Jepang, Presiden Birma Ne Win, Pangeran Norodom Sihanouk dari Kamboja hingga Sekretaris Jenderal PBB Javier Perez de Cuellar. Di Istana ini, Presiden Ne Win dari Birma melakukan perundingan dengan Presiden Soeharto pada 1982. Pertemuan informal antara Menteri Luar Negeri Ali Alatas dan Presiden Taiwan Lee Teng-hui juga terjadi di sana untuk membicarakan berbagai isu strategis hubungan Indonesia-Taiwan.
Jangan lupakan juga hewan peliharaan di Istana Tampaksiring yaitu Rusa totol (Axis Axis) dibawa ke Istana Bogor oleh Gubernur Jenderal Inggris Thomas Stanford Raffless pada 1814 dan dikembangbiakkan di Bogor. Rusa di Istana Tampaksiring Bali juga didatangkan dari Istana Bogor.
"Saat ini jumlah rusa sudah lebih dari 150 ekor, sebagian juga diberikan ke yang instansi yang meminta. Awalnya kami hanya dapat 25 ekor dari Istana Bogor tahun 1998," kata Kepala Subbagian Rumah Tangga dan Protokol Istana Tampaksiring I Nyoman Gde Suyasa.
Perpaduan wisma berdesain fungsional, bukit yang hijau, pohon rindang, jembatan penghubung dan rusa yang ceria sangat cocok menjadi unsur pembentuk persahabatan di Istana Tampaksiring.