Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Catat, Makan Sendirian Itu Tidak Sehat, Simak Penjelasannya

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 01 November 2017 |12:13 WIB
Catat, Makan Sendirian Itu Tidak Sehat, Simak Penjelasannya
Makan sendirian tidak sehat (Foto:Ilustrasi)
A
A
A

PUNYA hobi menyendiri? Jalan ke mall sendiri, liburan sendiri, sampai makan pun sendiri? Awas, bahaya kesehatan mengancam Anda!

Sebuah studi yang dilakukan di Rumah Sakit Universitas Dongguk Ilsan di Seoul, Korea Selatan, mengungkapkan bahwa makan sendiri dapat meningkatkan risiko seseorang terserang sindrom metabolik. Khususnya pada pria, lho. Masalah sindrom metabolik ini meliputi tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi.

Dalam penelitian itu, periset coba mempelajari hubungan antara kesepian dan kesehatan pada pria dan wanita. Hasilnya pun cukup nyata, terjadi peningkatan risiko pada keduanya.

BACA JUGA:

Apa Itu Alexithymia? Kenali Ciri-Cirinya & Cara Pengobatannya

Dilansir dari Daily Mail, Rabu (1/11/2017), pria yang makan sendiri meningkatkan risiko terkena obesitas sebesar 45 persen, sementara itu, risiko perempuan relatif sama.

Periset mengembangkan penelitian ini karena orang yang hidup sendiri semakin meningkat di seluruh dunia, yang bisa menyebabkan seseorang merasa kesepian dan membuat pilihan yang tidak sehat saat makan.

Penelitian yang dilakukan di RS Dongguk Ilsan itu mempelajari 7.725 orang dewasa dengan target penelitian seberapa sering mereka makan sendiri dan membandingkannya dengan kesehatan mereka.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Obesity Research & Clinical Practice ini mengungkapkan bahwa pria yang makan sendiri selain memiliki 45 persen peningkatan risiko obesitas, mereka juga berisiko 64 persen untuk mengembangkan sindrom metabolik itu sendiri.

Hasil ini didapat setelah para peneliti menyesuaikan diri dengan faktor gaya hidup seperti merokok, penggunaan alkohol, usia, dan jumlah orang yang berolahraga per minggu.

Sementara itu, penelitian pada perempuan mencapai hasil bahwa mereka hanya 29 persen lebih mungkin mengalami sindrom metabolik jika mereka makan sendiri dua kali atau lebih per hari. Tapi persentase ini berkurang setelah para peneliti menyesuaikan diri dengan faktor gaya hidup.

 BACA JUGA:

Anak-Anak Suku Badui Belum Tersentuh Vaksin Rubella, Kenapa?

Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa kesepian dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Jika seseorang merasa terisolasi secara sosial, mereka mungkin beralih ke makanan sampah bukan buah dan sayuran. Hal ini tentunya akan berdampak pada kesehatan dan dapat meningkatkan kemungkinan meningkatnya risiko tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau pun prediabetes.

Para peneliti mengatakan bahwa mereka ingin menganalisis hubungan antara kesepian dan gangguan metabolisme karena ukuran rumah tangga semakin kecil. Semakin banyak orang hidup dengan mereka sendiri dan bukan dengan orang lain.

Jadi, yang masih jomblo, ada baiknya cari teman sebelum waktu makan datang, ya! Hehehe

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement