Ulat bukanlah termasuk bahan makanan karena serangga ini biasa dipandang sebagai hewan yang menjijikan. Tapi jangan salah, di Peru masyarakatnya gemar menyantap ulat yang biasa hidup di pohon kelapa. Ulat segar yang berwarna putih kecoklatan ini punya bentuk yang cukup besar karena gemuk-gemuk, biasanya masyarakat mengolahnya dengan cara dipanggang. Bagian luar kulit ulat memiliki tekstur renyah sementara bagian dalamnya berair, jadi saat disantap akan terasa seperti menyantap kantung air yang kemudian pecah didalam mulut. Iyuh!
Hákarl di Islandia
Hákarl adalah makanan dari Islandia yang cukup aneh. Hidangan ini merupakan hasil olahan ikan hiu yang difermentasi. Bahan baku yang digunakan adalah daging hiu asal Greenland yang kemudian ditimbun dalam tanah selama berbulan-bulan lalu dikeringkan sebelum diolah lagi menjadi santapan. Daging ikan hiu ini dikabakan sangat beracun saat dalam keadaan segar. Karena proses fermentasi yang berlangsung sangat lama, ikan ini mengeluarkan aroma busuk yang memuakkan, belum lagi teksturnya yang dikabarkan seperti tekstur lilin.
Cacing karang, Samoa