BENGKULU - Rejang Lebong, salah satu kabupaten di Provinsi Bengkulu yang dikelilingi perbukitan, menyimpan segudang kekayaan alam hayati. Seperti, Kecombrang atau honje, tumbuhan sejenis rempah ini dapat dijadikan obat-obatan, penyubur rambut hingga sayuran pelengkap menu makanan.
Di Kabupaten yang memiliki motto Pat Sepakat Lemo Seperno itu Etlingera Elatior tumbuh subur di kawasan obyek wisata dan hutan mahoni, damar serta pinus. Obyek wisata yang lebih dikenal dengan hutan MaDaPi tersebut berada di Desa Pal VIII Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong.
Oleh masyarakat setempat, honje dimanfaatkan untuk obat batuk, penyubur rambut, demam tinggi, obat luka, bahan sayuran sebagai rebusan lalapan atau bumbu rempah serta penambah nafsu makan.
Lantas bagaimana pengelolaan tumbuhan yang mampu mencapai tinggi hingga 5 meter ini untuk dijadikan obat-obatan?
Batang Kecombrang untuk Obat Batuk
Tumbuhan rempah ini memiliki banyak nama. Misalnya, di Bengkulu, disebut Unji. Di Medan, dikenal dengan Kincung. Di Bali dikenal dengan nama Kecicang, dapat dijadikan obat batuk tradisional.
Obat batuk tradisional dari tanaman yang mirip jahe atau lengkuas ketika batang sudah tua ini, diolah dari batangnya.
Caranya, batang Unji dipotong sepanjang sekira 30 cm hingga 40 cm. Lalu, batang yang sudah diambil tersebut dibakar atau dipanggang dengan mengunakan bara api yang tidak terlalu besar.
Setelah beberapa menit dibakar, kulit batang Unji dibagian luar dikelupas hingga menemukan umbut atau bagian batang yang muda dibagian bagian dalam batang.
Kemudian, umbut tersebut ditumbuk dengan menggunakan benda keras. Namun, penumbukan umbut tersebut tidak terlalu hancur. Hal tersebut untuk memperoleh air dari umbut batang Unji. Langkah selanjutnya, umbut yang telah ditumbuk diperas hingga menghasilkan air dengan diwadahi gelas.
Air yang dihasilkan tersebut di campur dengan air mineral secukupnya dan gula batu. Setelah semua langkah itu dilakukan obat tradisional batuk tersebut dapat langsung di konsumsi.
''Umbut yang sudah menghasilkan air, dicampur dengan air mineral secukupnya. Masukkan juga gula batu secukupnya, lalu langsung di minum,'' kata salah satu warga Dusun III Desa Pal VIII Kecamatan Bermani Ulu Raya Kabupaten Rejang Lebong, Rita Wati (48), kepada Okezone.
Obat batuk tradisional tersebut dapat dikonsumsi dua kali sehari. Batang yang dipotong berukuran 30 cm hingga 40 cm dapat diolah obat batuk untuk satu kali minum. Satu batang Unji dengan ketinggian sekira 5 meter dapat dipotong menjadi empat hingga lima potong, yang dapat diolah menjadi obat batuk. ''Jika memang jodoh dengan obat tradisional ini, maka cukup dengan dua kali minum, batuk yang diderita akan sembuh,'' sampai Rita.
(Baca Juga: VIRAL! Anjing Ini Saja Punya Hobi Berpelukan, Masa Kamu Enggak?)
Penggunaan obat tradisional tersebut telah dilakukan masyarakat di desa ini, secara turun menurun, sehingga ketika anggota keluarga yang menderita batuk, warga cukup dengan mengolah batang Unji.
''Kita tahu batang unji untuk obat sejak dahulu, yang telah turun temurun dari orangtua. Zaman dahulu belum ada dokter dan puskesmas. Obat ini masih kita gunakan sampai sekarang,'' sampai Rita.