Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polusi Udara Jadi Momok Menakutkan, Menkes: Jalan Kaki di Jakarta Harus Pakai Masker

Annisa Aprilia , Jurnalis-Jum'at, 27 Oktober 2017 |12:18 WIB
Polusi Udara Jadi Momok Menakutkan, Menkes: Jalan Kaki di Jakarta Harus Pakai Masker
Polusi udara di Jakarta mengkhawatirkan (Foto:Ilustrasi)
A
A
A

KESEHATAN menjadi hal yang nomor satu dalam kehidupan setiap manusia. Dalam menjaga kesehatan kita bisa melakukan berbagai macam cara.

Cara tersebut bisa ditempuh dengan menjaga pola makan, mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang, berolahraga secara rutin, dan istirahat yang cukup. Begitupun program yang dibuat oleh pemerintah Indonesia.

Melalui Kementerian Kesehatan, pemerintah membuat program Germas, yang merupakan singkatan dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Program ini dibuat demi meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat Indonesia agar lebih baik lagi.

BACA JUGA:

Mengenal Sindrom Kleine-Levin yang Diidap Echa, Si Putri Tidur dari Kalimantan

Untuk itu, agar program pemerintah dapat terwujud dan dilihat oleh masyarakat, Menteri bersama jajaran Kementrian Kesehatan mencontohkan Germas. Pada Jumat, 27 Oktober 2017, Menkes Prof.Nila Farid Moeloek Nila jalan kaki dari rumahnya di kawasan Patra Kuningan menuju kantornya di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang masih berada di daerah Kuningan.

Nila bersama staf berjalan kaki mulai dari pukul 06.00 WIB. Setibanya di kantor, Nila langsung mengambil sepeda untuk dikayuh mengelilingi gedung Kemenkes. Setelah melakukan kegiatan olahraga yang ditutup dengan senam irama bersama, Nila langsung mengutarakan kritiknya terhadap fasilitas pejalan kaki yang ada di Jakarta pada awak media.

"Kelemahan fasilitas pejalan kaki di Jakarta yang saya rasakan tadi, diantaranya polusi udara dan tersedianya ruang untuk pejalan kaki yang layak," ungkap Nila setelah kegiatan senam irama, Jumat (27/10/2017).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement