Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kontroversial! Kebun Binatang Ini Bebaskan Pengunjung Berburu, Kepala Hewan Dihargai Ratusan Juta Rupiah

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Minggu, 22 Oktober 2017 |06:55 WIB
Kontroversial! Kebun Binatang Ini Bebaskan Pengunjung Berburu, Kepala Hewan Dihargai Ratusan Juta Rupiah
A
A
A

Pernyataan tersebut pun kemudian dibantah dengan tegas oleh pendukung perburuan hewan liar. Mereka mengatakan bahwa pembiakan dan perburuan hewan eksotis membantu memastikan kelangsungan hidup spesies.

Lebih lanjut lagi, para pemburu menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan tidak semata-mata ingin menjadi musuh para konservator hewan. Namun, mereka bahkan menganggap dirinya adalah sekutu, dengan alasan bahwa mereka menyumbang “biaya pemburuan”untuk tindakan konservasi.

“Kami mencintai binatang dan karena itulah kami memburu mereka," kata Mr. Molitor, salah seorang pemburu hewan liar yang sering berkunjung ke Ox Ranch.

Perlu Anda ketahui, di luar kontribusi keuangan, pihak pengelola dan pendukungnya mengatakan bahwa pencampuran perdagangan dan konservasi membantu menyelamatkan spesies dari kepunahan.

(Baca Juga: Daftar Raja-Raja di Dunia yang Doyan Berpoligami, Jumlah Selirnya Bikin Melotot!)

Ahli satwa liar mengatakan ada lebih banyak Blackbuck di Texas daripada di negara asalnya di India. Hal tersebut dijelaskan, karena peternakan berburu semacam ini. Selain itu, peternak Texas sebelumnya telah mengirim hewan eksotis, termasuk Oryx bertanduk pedang, kembali ke negara asal mereka untuk membangun populasi liar di sana.

“Peternak bisa menjual perburuan ini dan menikmati pendapatannya, sambil berbuat baik untuk spesies ini. Jadi, sebetulnya, ya, tidak asal tembak dan bunuh hewan," kata John M. Tomecek, spesialis satwa liar yang tergabung dalam A Texas & A AgriLife Extension Service.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan negatif dari aktivis hak-hak binatang. Mereka menyebut apa yang terjadi di sana adalah “perburuan sarden”, yang artinya adalah hewan tidak bisa terbebas 100% dari kejaran peluru dan hanya bisa menyerah karena keletihan. Mereka terkukung!

“Berburu sama sekali tidak ada hubungannya dengan konservasi,” kata Ashley Byrne, direktur asosiasi kampanye untuk People for Ethical Treatment of Animals. “Apa yang mereka lakukan adalah mencoba untuk melakukan penodaan pada perlindungan hewan.”

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement