Jika menelisik keberadaan Ox Ranch berdasar aturan hukum yang berlaku di Negara terebut, ternyata keberadaan “kebun binatang” ini beroperasi dengan kontroversi yang cukup besar. Dimana, sang pemilik tempat ingin merawat ribuan hewan langka yang terancam punah, tapi juga membantu hewan-hewan tersebut cepat punah.
Namun, beberapa pihak juga melihat keberadaan Ox Ranch sebagai tempat olahraga dan konservasi. Beberapa lainnya melihatnya tempat itu sebagai lokasi pembantaian dan kemunafikan!
Bagi banyak kelompok perlindungan hewan, pengelolaan spesies langka ini sebagai bentuk konservasi yang keliru. Menurut mereka, apa yang dilakukan pihak pengelola tidak hanya menjijikan, tetapi menempatkan peternakan hewan yang siap diburu berada di area abi-abu, antara legal dan etis.
“Jika melihat dari tujuan dibangunnya Ox Ranch, pihak pengelola dengan sengaja mengembangbiakkan hewan di area kekuasannya. Kemudian mereka jadikan hewan-hewan tersebut sebagai pemasukan pundi-pundi uangnya dengan membunuh mereka. Itu semua dilakukan semata-mata untuk tujuan keuntungan,’’ kata Anna Frostic, seorang pengacara senior dari Humane Society of United States, seperti dikutip dari New York Times.