PERNAH terbayang datang ke sebuah kebun binatang berkonsep alam liar dimana terdapat banyak hewan liar nan buas berkeliaran bebas?
Tidak sekadar mengunjunginya saja, tapi Anda “dibebaskan” untuk memburu mereka. Menembaknya dengan senjata api dan pulang dengan hadiah kepala hewan yang Anda berhasil buru. Terdengar menyeramkan? Atau bahkan mengasyikan? Itu terserah persepsi Anda saja.
Tapi, di Texas, Amerika Serikat, tepatnya di tepi barat daya Texas Hill Country, kebun binatang semacam ini ada. Namanya Ox Ranch. Nama tersebut terinspirasi dari nama sang pemilik, yaitu Brent C. Oxley. Bukan kebun binatang sebetulnya, tetapi kandang hewan-hewan “layak” buru hidup bebas, menunggu waktu siap dihantam peluru panas dari pelatuk sang pengunjung.
Keberadaan Ox Ranch menjadi kontroversi dengan konsep berburu di alam bebas ini. Bagaimana tidak, sebetulnya peternakan ini memang menyuguhkan alam yang indah. Ada jerapah bernama Buttercup yang hidup damai di teritorinya. Yang mana Buttercup tidak boleh diburu sama sekali.
(Baca Juga: Tampil di JFW 2018, The F Thing Bawa Nuansa Baru Gaya Street Fashion Generasi Millenial)
Keberadaan Buttercup dianggap sebagai pemanis Ox Ranch. Jadi, pengunjung hanya boleh mengambil fotonya atau kalau berani bisa berfoto bersama dengan si cantik Buttercup. Ada juga babi hutan yang menyelinap masuk ke semak-semak dan bisa diketahui saat malam hari.
Pemandangan Ox Ranch pun tidak bisa diragukan. Hamparan hutan bebas seluas 18.000 hektare dengan kabin kayu nan mewah menjadi fasilitas tamu yang mau bermalam di sana. Tak hanya itu, di Ox Ranch juga disediakan landasan untuk pesawat pribadi mendarat, pun pondok seluas 6.000 kaki persegi dengan perapian batu dan langit-langit yang menjulang tinggi.
Terbayang indahnya? Jelas. Tapi, yang menjadi perdebatan kemudian ialah adanya fasilitas lain. Yaitu memburu hewan secara bebas di lokasi tersebut. Tidak semuanya memang, tetapi sebagian besar, monggo Anda bawa pulang!
Bahkan, pihak pengelola Ox Ranch mematok harga untuk setiap hewan yang bakal Anda habisi nyawanya. Dijelaskan Pemandu Wisata Buck Watson, bagi Anda yang ingin memburu Bongo, uang yang harus Anda siapkan sebanyak USD35.000 atau sekira Rp473 juta. Sementara itu, kalau Anda ingin memburu Himalayan Tahrs, biaya yang harus dikeluarkan lebih murah, Rp102 juta.
List harga hewan yang boleh diburu masih berlanjut. Tidak tertarik memburu dua hewan tersebut, Anda bisa menembak Oryx Arab yang dihargai Rp129 juta. Masih belum menarik? Bagaimana kalau memburu Sitatunga yang dihargai Rp162 juta. Belum juga jadi pilihan Anda? Bagaimana kalau Rusa Kutub Hitam yang dihargai Rp203 juta.
Jika menelisik keberadaan Ox Ranch berdasar aturan hukum yang berlaku di Negara terebut, ternyata keberadaan “kebun binatang” ini beroperasi dengan kontroversi yang cukup besar. Dimana, sang pemilik tempat ingin merawat ribuan hewan langka yang terancam punah, tapi juga membantu hewan-hewan tersebut cepat punah.
Namun, beberapa pihak juga melihat keberadaan Ox Ranch sebagai tempat olahraga dan konservasi. Beberapa lainnya melihatnya tempat itu sebagai lokasi pembantaian dan kemunafikan!
Bagi banyak kelompok perlindungan hewan, pengelolaan spesies langka ini sebagai bentuk konservasi yang keliru. Menurut mereka, apa yang dilakukan pihak pengelola tidak hanya menjijikan, tetapi menempatkan peternakan hewan yang siap diburu berada di area abi-abu, antara legal dan etis.
“Jika melihat dari tujuan dibangunnya Ox Ranch, pihak pengelola dengan sengaja mengembangbiakkan hewan di area kekuasannya. Kemudian mereka jadikan hewan-hewan tersebut sebagai pemasukan pundi-pundi uangnya dengan membunuh mereka. Itu semua dilakukan semata-mata untuk tujuan keuntungan,’’ kata Anna Frostic, seorang pengacara senior dari Humane Society of United States, seperti dikutip dari New York Times.
Pernyataan tersebut pun kemudian dibantah dengan tegas oleh pendukung perburuan hewan liar. Mereka mengatakan bahwa pembiakan dan perburuan hewan eksotis membantu memastikan kelangsungan hidup spesies.
Lebih lanjut lagi, para pemburu menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan tidak semata-mata ingin menjadi musuh para konservator hewan. Namun, mereka bahkan menganggap dirinya adalah sekutu, dengan alasan bahwa mereka menyumbang “biaya pemburuan”untuk tindakan konservasi.
“Kami mencintai binatang dan karena itulah kami memburu mereka," kata Mr. Molitor, salah seorang pemburu hewan liar yang sering berkunjung ke Ox Ranch.
Perlu Anda ketahui, di luar kontribusi keuangan, pihak pengelola dan pendukungnya mengatakan bahwa pencampuran perdagangan dan konservasi membantu menyelamatkan spesies dari kepunahan.
(Baca Juga: Daftar Raja-Raja di Dunia yang Doyan Berpoligami, Jumlah Selirnya Bikin Melotot!)
Ahli satwa liar mengatakan ada lebih banyak Blackbuck di Texas daripada di negara asalnya di India. Hal tersebut dijelaskan, karena peternakan berburu semacam ini. Selain itu, peternak Texas sebelumnya telah mengirim hewan eksotis, termasuk Oryx bertanduk pedang, kembali ke negara asal mereka untuk membangun populasi liar di sana.
“Peternak bisa menjual perburuan ini dan menikmati pendapatannya, sambil berbuat baik untuk spesies ini. Jadi, sebetulnya, ya, tidak asal tembak dan bunuh hewan," kata John M. Tomecek, spesialis satwa liar yang tergabung dalam A Texas & A AgriLife Extension Service.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan negatif dari aktivis hak-hak binatang. Mereka menyebut apa yang terjadi di sana adalah “perburuan sarden”, yang artinya adalah hewan tidak bisa terbebas 100% dari kejaran peluru dan hanya bisa menyerah karena keletihan. Mereka terkukung!
“Berburu sama sekali tidak ada hubungannya dengan konservasi,” kata Ashley Byrne, direktur asosiasi kampanye untuk People for Ethical Treatment of Animals. “Apa yang mereka lakukan adalah mencoba untuk melakukan penodaan pada perlindungan hewan.”
Sementara itu, sebuah laporan pada 2007 dari Universitas Texas A & M menyebut, industri margasatwa eksotis di Amerika semacam ini menyumbang dana cukup besar sampai ratusan triliun rupiah.
Kembali, jika bicara mengenai izin berdirinya Ox Ranch, ternyata industri semacam ini belum diatur oleh hukum. Sehingga, tidak ada sensus resmi mengenai hewan eksotis di Texas. Tapi ahli peternakan dan satwa liar mengatakan bahwa Texas memiliki lebih banyak hewan eksotik daripada negara bagian lainnya.
Sebuah survei yang dilakukan State Parks and Wildlife Department pada 1994 menempatkan populasi hewan eksotis yanga ada di Texas lebih dari 195.000 hewan dari 87 spesies. Namun, industri ini kemudian berkembang dengan cukup pesat. Menurut data yang dihimpun John T. Baccus, seorang pensiunan ahli biologi Universitas Negeri Tex, sekarang ini di Texas terdapat sekitar 1,3 juta hewan eksotis.
Nah, lebih lanjut lagi, Ox Ranch ternyata tidak membutuhkan izin lokal, negara bagian, atau federal untuk keberadaan hewan yang ada di sana. Kebayang bagaimana akhirnya Ox Ranch bisa tetap berdiri dan banyak diminati?
Peraturan perburuan negara tidak berlaku untuk hewan eksotik, yang mana memang menjadi sasaran utama hewan buru di Ox Ranch. Sehingga, sangat tidak mungkin akhirnya Ox Ranch ditutup karena alasan perburuan masal! Apalagi, mengingat adanya pemasukan yang diterima Negara karena perburuan ini.
Sampai akhirnya, Ox Ranch pun mendapatkan izin untuk melakukan kegiatan tersebut yang sebetulnyaa dilarang di bawah Endangered Species Act. Meskipun alasannya untuk mempertahankan spesies, Ox Ranch tetap tidak bisa beroperasi sebetulnya. Jika melirik peraturan yang ada di Endangered Species Act . Bahkan, izin federal tersebut membuat para pengunjung Ox Ranch legal memburu rusa Elder dan spesies terancam punah lainnya.
Jika memang harus dikelola pemerintah, Molitor malah menyampaikan pertanyaan, “Saya bertanya kepada Anda semua, menurut Anda, apakah akhirnya Ox Ranch harus dikelola organisasi swasta atau pemerintah?”.
(Baca Juga: Daun Sirih, Temulawak dan Kemangi Bikin Miss V Jadi Kencang, Harum, dan "Menggigit"!)
Menanggapi pernyataan tersebut, pengacara untuk kelompok konservasi dan perlindungan hewan mengatakan bahwa membiarkan hewan langka diburu adalah tindakan melanggar Undang-Undang Spesies Langka. Dan pernyataan pihak pengelola membiarkan pemburuan demi menjaga spesies adalah sebuah kesalahan.
“Tapi, bagaimana pun kami akhirnya kalah dengan statement “pemasukan negara” dan legalnya peraturan,” ulas Sanerib, seorang pengacara senior di Center for Biological Diversity. Dia melanjutkan, sangat tidak masuk akal jika Anda bisa pergi ke fasilitas berburu semacam Ox Ranch dan membunuh spesies yang terancam punah.
Tapi, jika menelusuri lebih jauh fasilitas yang ada di Ox Ranch, selain pemburuan, pondok untuk bermalam, dan landasan pesawat pribadi, ternyata pengunjung juga bisa mengemudi dan menembak tank era Perang Dunia II. Jadi, bagi Anda yang berkunjung ke sini, Anda bisa naik tank Amerika M4 Sherman dan menembaki mobil –mobil yang sebetulnya sudah banyak berlubang akibat peluru yang tepat menyasar bodi mobilnya.
“Kami tahu banyak orang yang penasaran mau menaiki tank dan menembaknya dari dalam sana,” kata Todd DeGidio, chief executive DriveTanks.com, yang mengelola operasi tank. Dia melanjutkan, hal lain yang mengejutkan pihaknya adalah banyaknya peminat fasilitas ini.
Sedikit informasi tambahan, jika Anda memang berhasil menembak hewan yang Anda incar, hewan tersebut menjadi milik Anda. Dari kepalanya sampai ujung kaki menjadi hak Anda. Nah, kepala hewan eksotis menjadi barang yang paling diinginkan. Tentuhya ada rasa bangga tersendiri bila bisa menembak hewan buas dengan tangan dan kemampuan sendiri.
Selain kepala yang kemudian dijadikan penghias dinding ruang tamu, dagingnya pun bisa dimakan bersama keluarga besar.
Seperti yang diceritakan Joan Schaan dan anak laki-lakinya yang masih berusia 15 tahun, Daniel. Mereka bercerita pernah melakukan trip perburuan babi hutan di Ox Ranch. Dengan senjata lengkap dan kacamata penglihatan ala SWAT di kepala, didampingi pemandu, mereka berburu babi hutan.
Alasan Joan memilih babi hutan pun, ya, karena mau makan dagingnya. “Kami di sini karena kami berdua suka berburu dan kami suka babi," kata Joan. Dia melanjutkan, dia dan Daniel itu pencinta daging dan sosis daging babi. Makanya, ketika waktu itu kami berhasil menembak si babi, perasannya sangat senang. “kami panen daging babi malam itu,” tambahnya.
Jadi, menurut Anda bagaimana? Tertarik untuk mencoba berburu atau menentang berdirinya Ox Ranch? Silahkan berasumsi sendiri. Yang pergi melancong kesana, selamat berburu!
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.