Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Olahraga Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung, kalau Dilakukan Seperti Ini

Tiara Putri , Jurnalis-Jum'at, 20 Oktober 2017 |20:00 WIB
Olahraga Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung, kalau Dilakukan Seperti Ini
Olahraga bisa tingkatkan risiko penyakit jantung (Foto:Huffpost)
A
A
A

BANYAK manfaat yang bisa didapatkan dari olahraga. Mulai dari membantu menurunkan berat badan hingga menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Sejumlah ahli menyarankan aktivitas fisik perlu dilakukan secara rutin agar tubuh terhindar penyakit. Walau begitu, olahraga tidak bisa dilakukan sembarangan.

Sebuah penelitian baru mengungkapkan individu yang waktu olahraganya berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Hasil ini didapatkan setelah peneliti melakukan analisis terhadap melihat data dari hampir 3.200 orang peserta penelitian. Peserta diminta memberikan informasi terkait frekuensi berolahraga. Kemudian mereka dibagi menjadi tiga kelompok.

BACA JUGA:

Begini Cara Aman Pencet Jerawat yang Disarankan Dokter Kulit

Kelompok pertama berisi individu yang tidak berolahraga 150 menit/minggu. Kelompok kedua berisi individu yang berolahraga 150 menit/minggu. Sedangkan kelompok ketiga berisi individu yang berolahraga 450 menit/minggu atau tiga kali lipat dari waktu yang disarankan.

Semula peneliti berasumsi kelompok yang waktu olahraganya lebih banyak kalsifikasi arteri koronernya akan berkurang. Tapi ternyata, setelah dilakukan pemeriksaan yang terjadi adalah sebaliknya. Individu yang berolahraga lebih banyak mengalami peningkatan risiko pengembangan kalsifikasi arteri koroner (CAC) sebanyak 86%.

Kabar buruknya, peningkatan CAC merupakan prediktor penyakit jantung secara umum. Sebab, semakin banyak jumlah kalsium semakin besar kemungkinan terjadi penyumbatan di pembuluh darah jantung. CAC dapat diukur dengan CT scan.

BACA JUGA:

Bayi Bernapas Lebih Cepat, Normalkah? Ketahui Cara Cek Kecepatan Napasnya

Hasil penelitian yang dipublikasikan di Mayo Clinic Proceedings ini menjelaskan, tingkat latihan yang tinggi dari waktu ke waktu dapat menyebabkan tekanan pada arteri sehingga mengarah ke CAC yang lebih tinggi. "Penumpukan plak diperkirakan mungkin lebih stabil. Besar kemungkinan plak ini tidak akan pecah sehingga risiko serangan jantung lebih kecil. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini," tutur penulis penelitian, Jamal Rana seperti yang dikutip dari Forbes, Jumat (20/10/2017).

Dengan adanya hasil ini, peneliti mengingatkan ada batas atas untuk latihan agar memberikan manfaat untuk tubuh. Selain itu, hasil penelitian ini diutamakan untuk orang-orang yang berkulit putih. Sebab pada orang-orang berkulit hitam belum ditemukan hasil yang serupa.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement