Warna hitam dipilih oleh suku yang berada di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan tersebut, karena hitam dianggap sakral. Lebih jauh, ternyata bagi anggota suku Kajang, warna hitam memiliki makna yang mendalam.
Dengan mengenakan warna hitam, artinya manusia memiliki posisi yang sama dengan manusia lainnya, persamaan tersebut dipraktikan ke dalam segala hal, termasuk persamaan kesederhanaan. Bagi anggota suku Kajang, tidak ada warna yang lebih baik diantara warna yang lainnya. Dengan mengenakan warna hitam maka semuanya sama, setara, sederajat.
Bagi traveler yang hendak mengunjungi suku Kajang, perlu diketahui juga, Anda pun harus mengenakan warna hitam. Jadi, warna hitam tidak hanya berlaku untuk anggota suku saja, tapi juga bagi siapapun yang memasuki kawasan Ammatoa.
Warna hitam yang dianggap sakral oleh suku Kajang, juga sebagai tanda kesamaan derajat bagi manusia di hadapan Tuhan. Kesamaan tersebut diantaranya, seperti kesamaan dalam bentuk wujud lahir, menyikapi keadaan lingkungan, kelestarian hutan yang harus dijaga keaslian dan kelestariannya, karena hutan merupakan sumber kehidupan manusia, seperti yang dikutip dari ammatoa.com, Kamis (19/10/2017).
(Ade Indra Kusuma)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.