Meski bagian kamar Love Hotel sangat meriah dan bertema, untuk menjaga privasi para tamu biasanya bagian pintu masuk Love Hotel dibuat tak kentara. Tamu dibuat nyaman dengan meminimalisir kontak dengan staf hotel. Saat check in, tak perlu bertemu resepsionis tapi cukup pilih kamar lewat layar komputer. Pembayarannya juga menggunakan mesin. Kunci kemudian akan keluar dari mesin tersebut. Love hotel biasanya tak menerima booking, jadi harus langsung datang ke hotel bila ingin menginap disana.
Bila tamu ingin pesan makan pun tak perlu telepon staf hotel. Makanan dan minuman akan diantar lewat kotak. Tamu bisa mengambilnya tanpa bertatap muka dengan staf hotel. Begitu pula saat ingin memesan kostum. Love hotel banyak yang menyediakan kostum untuk permainan seks seperti seragam sekolah, kostum pelayan, suster hingga Disney princess. Tak cuma kostum, kondom dan vibrator pun kadang tersedia di Love Hotel.
Kehidupan di Jepang yang serba teratur dengan budaya kerja yang ketat membuat masyarakat Jepang memerlukan ruang dan tempat untuk having fun serta mendapatkan keintiman dan privasi. Kabarnya sekitar 2% dari penduduk Jepang mendatangi Love Hotel setiap hari. Love Hotel bisa disewa per jam hingga 3 jam. Bila ingin menginap semalam baru diperbolehkan setelah jam 10 malam. Tarif Love Hotel yang bagus berkisar 5700 Yen atau Rp.688.000 per dua jam.
Karena konsepnya yang unik dan kreatif, Love Hotel tak cuma dikunjungi mereka yang ingin bercinta. Para traveler yang ingin beristirahat atau menghemat pun juga sering memilih Love Hotel saat berkunjung ke Jepang. Love Hotel juga bisa ditemukan di Korea Selatan, Thailand, Taiwan, Hongkong dan Singapura.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.