Alasannya cukup sederhana, Museum Taman Prasasti memiliki pemandangan layaknya pemakaman. Dan, museum tersebut juga merupakan tempat yang memiliki cukup banyak kisah kematian dari tokoh-tokoh penting berasal dari periode sejarah berbeda.
Museum Taman Prasasti resmi dijadikan sebagai museum pada 1977 oleh Ali Sadikin yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Namun, uniknya museum yang sempat bernama Kebon Jahe Kober ini, sebelumnya adalah pemakaman umum, yang dibangun pada 1795 sekira 222 tahun silam untuk gantikan pemakaman dari gereja Nieuw Hollandsche Kerk, sekarang dikenal dengan Museum Wayang.
Museum yang lebih cocok disebut taman pemakaman ini memang sengaja dibentuk layaknya kuburan, karena dikhususkan untuk menyimpan macam-macam batu nisan dan prasasti yang punya nilai sejarah cukup tinggi. Salah satu nisan yang ada di taman ialah tokoh Soe Hok Gie.
Ketika memasuki area taman, kesan mistis dan seram akan segera menyergap Anda. Namun, bagi Anda yang cukup memiliki keberanian, lokasi taman bisa dijadikan spot foto yang apik. Ada banyak patung-patung malaikat yang akan membuat latar belakang foto Anda tampak lebih bagus.