Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE WEEK-END: Cerita Anak Mantan Pedagang Kain yang Buka Restoran Padang di Luar Negeri

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Sabtu, 30 September 2017 |15:15 WIB
OKEZONE WEEK-END: Cerita Anak Mantan Pedagang Kain yang Buka Restoran Padang di Luar Negeri
Foto: Qraved
A
A
A

SIAPA yang tak kenal dengan masakan Padang? Salah satu masakan favorit di Indonesia ini, terkenal karena rasa pedasnya yang cocok dilidah. Salah satu yang cukup populer adalah rendang.

Makanan satu ini mendapat pengakuan secara internasional sebagai makanan terlezat. Sebenarnya tidak hanya makanan satu ini, secara umum masakan dari ranah Minang layak go internasional . Dengan konsep pengelolaan dan pengolahan yang lebih profesional, masakan Sumbar bisa secepatnya dikenal masyarakat internasional.

(Baca juga: FOOD PARTY: 5 Rekomendasi Makan Nasi Padang Lezat di Jakarta)

Salah satunya adalah Rumah Makan (RM) Garuda. Rumah makan ini merupakan Salah satu restoran yang menyajikan berbagai makanan khas Minang di Indonesia. Bahkan sudah membuka cabang di Singapura dan akan bertambah satu lagi di Filipina. Berdiri sejak 1976 diawali niat pendirinya Alm H Bakhtar untuk banting setir dari pedagang kain menjadi juragan bisnis kuliner.

Dia mengalami jatuh bangun dalam membangun bisnis sama seperti usaha lainnya, RM Garuda didirikan dengan penuh perjuangan. Mulai dari sepi pengunjung di tahap awal hingga kesulitan keuangan mendanai usaha menyebabkan harta benda Bakhtar harus disita bank.

Ekspansi dimulai pada 1978, RM Garuda memiliki cabang ke luar kota yaitu kota Tebing Tinggi (saat ini telah ditutup). Saat itu pasar mulai terbentuk dan permintaan pelanggan mulai tinggi.

Bakhtar mulai melakukan pelebaran sayap setelah melakukan analisis pasar. Setahun kemudian yakni 1979 dibuka lagi cabang kedua di Jalan Gatot Subroto (telah ditutup). Dengan usaha keras, Bakhtar secara perlahan mulai mendirikan cabang di dalam kota hingga ke luar kota. Ternyata pada 2008 usaha ini belum bisa stabil karena salah satu cabang RM Garuda di Jalan Gajah Mada terbakar dan setelah melalui proses renovasi akhirnya dibuka kembali pada 2009.

Kini di bawah pengelolaan Zuhelfi sebagai generasi kedua, berhasil melakukan pengembangan hingga sekarang memiliki 18 outlet di Indonesia, yaitu 8 cabang di Medan, 1 cabang di Lampung, 6 cabang di Jakarta, dan 3 cabang anak usaha yang diberi nama RM Ber-jaya. Sementara di luar negeri, ada tiga cabang di Singapura dan rencana akan ada satu cabang lagi di Filipina. HRD RM Garuda Andri menerangkan, pengembangan ke Singapura sudah dilakukan sejak 2009.

Waktu itu ada seorang yang kerabat menyampaikan keinginan membuka RM Garuda di Singapura. Namun, Zulhelfi tidak mudah memberikan izin mengingat sejak dulu usaha ini dibangun oleh keluarga yang pengelolaan tiap cabang juga diserahkan kepada anggota keluarga, bukan orang lain. Selain itu, faktor pasar serta bahan serta bumbu masakan juga menjadi pertimbangan usaha karena berkaitan dengan cita rasa makanan.

Jika satu cabang tidak mampu memenuhi standar makanan yang sudah ada selama ini dikhawatirkan bisa merusak citra cabang lainnya. “Dari sisi pengembangan usaha sebenarnya bagus jika ada bisa buka cabang hingga ke luar negeri. Tapi kami tentu tidak hanya memikirkan hal itu, banyak pertimbangan yang harus dipastikan sehingga semua bisa berjalan lancar,” ungkap seperti dilansir Sindonews.

Namun karena keinginan kuat dari kerabat tersebut, akhirnya diizinkan membuka cabang di negara Singa itu. Di sini mereka sudah menerapkan sistem franchise. Si franchisor (orang yang membuka franchise) diberi kewenangan menggunakan brand RM Garuda tapi tanpa mengubah sistem manajemen terutama rasa makanan.

“Dari sisi manajemen, kami sampaikan bahwa semua yang sudah menjadi pakem harus tetap dijalankan. Terlebih lagi untuk rasa makanan, untuk menjaga- jaga supaya tidak terjadi perbedaan, kami mengirimkan koki dari sini ke sana,” ucapnya.

Saat ini di Singapura sudah mempunyai tiga cabang, di mana ketiganya berkembang cukup pesat. Manajemen RM Garuda tidak menerapkan sistem franchise yang “menjual” brand kepada siapa pun, melainkan tetap mempertahankan sistem keluarga. Balik lagi ke persoalan menjaga cita rasa sehingga manajemen RM Garuda tidak bisa memberikan brand , seperti Mc Donald atau Kentucky saat ini.

“Kami tidak bisa jual brand begitu saja karena fondasi yang sudah kuat ini harus tetap dipertahankan. Jadi, walaupun masih ada peluang besar di Singapura, kami berikan kepada si franchisor itu karena banyak pertimbangan, terutama kemampuan mempertahankan cita rasa makanan. Untuk perluasan ke Filipina, kami juga percayakan ke master franchisor di Singapura,”pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement