Temuan yang disajikan di American Heart Association itu mengungkapkan risiko penyakit jantung terjadi karena ruang pemompaan kiri jantung mengental sehingga membuat jantung lebih sulit dipompa secara efisien. "Temuan penelitian ini menggarisbawahi betapa pentingnya bagi wanita dan dokter untuk menyadari preeclampsia dan komplikasinya sejak awal kehamilan," tutur Dr Colussi seperti yang dikutip dari Daily Mail, Jumat (15/9/2017).
Baca Juga: Mengenal PCC, Obat Kejang Otot yang Bisa Membuat Fly hingga Disorientasi
Sebuah penelitian lain yang dipimpin oleh Kara Hoppe menyatakan banyak wanita yang baru menemui dokter kandungan lagi enam minggu setelah melahirkan. Hal itu membuat mereka tidak dipantau cukup dekat. Padahal banyak wanita yang tidak memahami risiko preeclampsia. Untuk itu, disarankan agar wanita lebih rajin lagi memeriksa kesehatan jantung.
Dr Colussi menambahkan, "Wanita-wanita itu harus diskrining untuk faktor utama risiko kardiovaskular dan strategi pencegahan harus dilaksanakan sesegera mungkin. Perlu juga intervensi preventif seperti menggunakan obat yang bekerja pada remodeling ventrikel kiri."
(Vien Dimyati)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.