MENTERI Kesehatan RI Prof Dr dr Nila F Moeloek SpM(K) tidak tinggal diam saat menangani kasus kematian bayi Tiara Debora. Ada poin penting yang diperhatikan saat mengklarifikasi masalah viral ini.
Dikatakan Menkes Nila, sejak kemarin pemerintah sudah duduk bersama dengan pihak rumah sakit dan asosiasi rumah sakit untuk klarifikasi. Hasilnya tentu sangat dinantikan supaya bisa tertangani dengan jelas.
"Kami panggil rumah sakit (Mitra Keluarga Kalideres-red), minta klarifikasi menanyakan apa yang terjadi. Juga, bersama dengan Asosiasi Rumah Sakit Swasta, PERSI, Badan Pengawas Rumah Sakit, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta," ujarnya kepada Okezone, Rabu (13/9/2017).
Baca Juga:
Jika hasil klarifikasi sudah selesai, pemerintah akan merangkum semuanya. Tak cuma itu, Menkes Nila juga berpesan kepada rumah sakit lain untuk memperbaiki pelayanan, terutama saat menerima pasien BPJS Kesehatan, meski tidak bekerja sama antara kedua.
Sementara itu, awal dari penanganan kasus kematian bayi Debora akibat leletnya pihak rumah sakit tersebut disorot pula oleh Menkes Nila. Ada poin penting yang diperhatikan, yakni pelayanan, komunikasi, serta administrasi.
"Ada tiga sisi yang saya perhatikan. Pelayanannya itu benar atau tidak, lalu administrasinya dan komunikasi," terangnya.
Baca Juga:
Bila terjadi miskomunikasi, rumah sakit harus benar-benar instrospeksi. Ini juga wajib diterapkan oleh seluruh rumah sakit di Indonesia saat ini.
Mengingat, bayi Debora merupakan salah satu pasien BPJS Kesehatan dalam keadaan emergency. Bagaimana pun, dia harus mendapatkan pertolongan pertama untuk menyelamatkan nyawanya.
Tapi, Tuhan berkehendak lain! Karena leletnya rumah sakit dan menarget biaya fantastis kepada orangtua korban, bayi Debora tak terselamatkan.
"Kita semua harus instrospeksi diri. Terutama rumah sakit dalam memberikan pelayanan," tegasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.