Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus Bayi Debora, Mengapa Banyak RS Swasta Tak Layani Pasien BPJS? Ini Pemicunya

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 11 September 2017 |11:30 WIB
Kasus Bayi Debora, Mengapa Banyak RS Swasta Tak Layani Pasien BPJS? Ini Pemicunya
A
A
A

"Kalau sekarang kan bukan dasarnya evident-based. Tapi dari atas-ke-bawah (top-down) karena menggunakan sistem INA-CBG's," kata Marius.

Dengan evident-based, rumah sakit dapat mengklaim sesuai biaya yang sebenarnya dikeluarkan untuk penanganan penyakit pasien.

Namun juru bicara Kementerian Kesehatan Busroni menepis hal itu dan mengatakan bahwa tarif BPJS sudah sama di setiap rumah sakit.

(Baca Juga: Bayi Debora Meninggal, Mendagri: Jangan Berobat Lagi ke RS Tidak Manusiawi!)

"Ini mungkin masukan yang kesekian. Bahwa seluruh rumah sakit itu aturan untuk memberikan pelayanan kesehatan itu ada namanya INA-CBG's - standar pembiayaan pelayanan kesehatan yang ada di rumah sakit berbasis pada pelayanan di rumah sakit itu sendiri," papar Busroni.

"Contoh pelayanan ginjal, di rumah sakit A yang sudah bekerja sama dengan BPJS, itu sama dengan pelayanan ginjal di rumah sakit B. Yang penting pelayanannya sama, tindakan medisnya sama. Maka itu menggunakan tarif yang seperti itu. Jadi tidak ada perbedaan. Yang beda adalah hanya perawatannya atau paska tindakan medis."

Apakah INA-CBG's itu?

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement