Bayi berusia empat bulan, Tiara Debora, dibawa ke IGD Mitra Keluarga Kalideres pada Minggu (03/09) subuh akibat sesak napas. Debora langsung ditangani pihak rumah sakit dengan penyedotan lendir hingga diberikan pengencer dahak, namun nyawanya tidak tertolong.
Ibu Debora, Henny Silalahi mengatakan Debora meninggal sesudah rumah sakit menolak memasukkannya ke PICU (Pediatric Intensive Care Unit) akibat kurang uang muka. Tak pelak, kasus ini langsung menuai sorotan publik.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta dijadwalkan memanggil manajemen Rumah Sakit Mitra Keluarga pada hari ini terkait meninggalnya bayi Debora yang disebut tidak menerima penanganan medis memadai.
(Baca Juga: Kronologi Kematian Bayi Debora Versi RS Mitra Keluarga)
Juru bicara Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres hingga berita ini diturunkan, belum bisa dihubungi sehingga tidak bisa dikonfirmasi alasan mereka tidak bekerja sama dengan BPJS. Namun dalam situsnya, Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres membuat rilis pers yang menepis tuduhan bahwa mereka menolak memasukkan Debora ke ICU. Rumah sakit berjaring itu menyatakan bahwa ibu pasienlah yang menolak dimasukkan ke ICU akibat kondisi keuangan.
Mereka kemudian menghubungi beberapa rumah sakit rujukan yang merupakan mitra BPJS. Namun sayangnya pasien kesulitan mendapatkan tempat sehingga pada saat akhirnya mendapatkan tempat, kondisi Debora tiba-tiba memburuk dan akhirnya meninggal.
'Kewajiban' rumah sakit