Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE WEEK-END: Megah dan Sarat akan Keindahan, Ciri Khas Busana Pengantin Batak

Annisa Amalia Ikhsania , Jurnalis-Minggu, 10 September 2017 |21:10 WIB
OKEZONE WEEK-END: Megah dan Sarat akan Keindahan, Ciri Khas Busana Pengantin Batak
Pengantin Batak (Foto: Instagram)
A
A
A

Batak Karo

Salah satu penanda khas busana pengantin wanita Karo adalah tudung kepala. Tudung kepala dibentuk dari kain tenun Uis Jung-Jungen atau kain Beka bulu warna merah berpadu hitam. Sebagai perhiasan tudung, di bagian depan disematkan sortali layang-layang. Pada bagian kanan dan kiri tudung kepala dekat telinga disematkan Padang Raja Muli berbentuk seperti anting-anting.

Busana pengantin wanita Karo umumnya berupa baju tutup berlengan panjang sebagai penanda bahwa yang menikah adalah seorang gadis, dengan warna dominan kuning atau merah tua. Pada bagian bawah, menggunakan kain tenun sebanyak tiga lapis, yakni Uis Jungkit, Uis Julu, serta Uis Nipes. Namun, seiring perkembangan zaman, kini banyak pengantin wanita yang mulai menggunakan kebaya sebagai alternatif pilihan.

 

Busana pengantin pria yang lazim dikenakan adalah setelan jas atau beskap. Ciri khas busana pengantin pria adat Karo adalah penutup kepala berupa topi Bulang-Bulang yang terbuat dari kain Beka Buluh warna merah bergaris keemasan. Perhiasan yang diaplikasikan pada tutup kepala disebut dengan rudang-rudang. Sementara, perhiasan yang dikalungkan pada leher hingga ada disebut Sortali berukuran besar.

Kain adat yang digunakan pada pengantin pria adat Karo adalah Uis Juli yang dipakai sebagai sesamping, atau dipakai di bawah jas, tepatnya di bagian pinggang hingga sebatas lutut.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement