Foto: iqbalkautsarcom
Cara menjual hasil tenunan tersebut dijual di rumah yang dikhususkan sebagai tempat penjualan souvenir khas Desa Wae Rebo, seperti kain tenun tersebut. Jadi, kalau ada wisatawan yang tertarik untuk membeli bisa langsung ke rumah itu.
“Harga kain tenun juga tergantung dari ukuran kain. Untuk ukuran kain yang paling kecil seperti yang bisa digunakan sebagai ikat kepala biasanya dihargai mulai dari Rp200 ribu dan yang besar seperti sarung itu mulai dari Rp500 ribu,” ucap Febrian, Traveler yang diwawancarai Okezone melalui sambungan telepon, Kamis (7/9/2017).
Baca Juga: Ya Ampun, Wanita Aljazair Rela Menahan Sakit karena Tato di Wajah demi Dipuji Cantik
Sebelum menenun tidak ada ritual tertentu yang harus dilakukan mamak-mamak penenun. Tapi, sebelum masuk ke Desa Wae Rebo, para wisatawan harus melalui serangkaian adat, seperti masuk ke rumah Mbaru Niang utama, yaitu Rumah Gendang, bertemu dengan kepala adat, nanti akan diberikan pengarahan dan izin, baru turis tersebut boleh beraktifitas di desa dan dianggap bagian dari masyarakat Desa Wae Rebo, ada juga peraturan seperti tidak boleh memberikan uang ke anak-anak.
(Ade Indra Kusuma)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.