"Jadi, para ilmuwan mengatakan bahwa memahami menguap menular juga bisa membantu memahami gangguan di mana echophenomena terlihat," tambah laporan BBC.
BACA JUGA:
Studi tersebut menunjukkan bahwa kecenderungan manusia untuk menguap lalu menular dipicu secara otomatis oleh refleks primitif di korteks motor utama area otak yang berfungsi sebagai fungsi motorik.
"Temuan ini mungkin sangat penting dalam memahami hubungan antara rangsangan motor dan terjadinya echophenomena dalam berbagai kondisi klinis yang terkait dengan peningkatan rangsangan korteks dan penurunan penghambatan fisiologis, seperti epilepsi, demensia, autisme dan sindrom Tourette," jelas Profesor Stephen Jackson yang memimpin penelitian tersebut, dikutip dari Timesofindia, Selasa (5/9/2017).
(Helmi Ade Saputra)