Madu
Pada 2015, para arkeolog melaporkan bahwa mereka telah menemukan madu berusia 3.000 tahun saat menggali makam kuno di Mesir. Dan ternyata, madu itu masih layak untuk dikonsumsi dengan cita rasa manis yang sempurna. Para arkeolog mengklaim, alasan madu tersebut dapat bertahan hingga ribuan tahun lamanya karena kandungan airnya sangat rendah dengan kadar gula yang cukup tinggi.
Hal ini menyebabkan bakteri tidak dapat berkembang di dalam makanan tersebut. Madu juga disinyalir mengandung hidrogen peroksida yang mampu menghambat pertumbuhan mikroba.
Kacang kering
Seperti halnya madu, rahasia agar makanan dapat bertahan lama adalah tergantung pada proses pengolahan dan penyimpanannya. Proses pengolahan kacang kering, kacang lentil, dan kacang polong membuat kandungan gulanya menjadi lebih tinggi dan juga menurunkan kadar airnya, sehingga bakteri dan jamur akan sangat sulit berkembang.